Sedikit lebih dari satu dekade sebelum Rolex Day Date diperkenalkan, brand ini sebenarnya sudah memperkenalkan model “date-only” – yang dikenal sebagai Datejust. Model ini jadi semacam workhorse bagi Rolex, karena terus merepresentasikan brand dengan sempurna: tampil elegan sebagai dress watch yang cocok dipadukan dengan outfit formal, tapi tetap cukup versatile untuk dipakai sehari-hari.
Banyak perusahaan punya satu model yang benar-benar mewakili identitas brand mereka, meskipun bukan flagship utama. Kalau Omega punya Speedmaster, maka Rolex punya Datejust. Koleksi ini termasuk salah satu yang paling lama berjalan dalam portofolio Rolex, dengan ciri khas yang begitu ikonik: Oyster case klasik, cyclops lens pada window date, fluted bezel, pilihan Jubilee atau Oyster bracelet, dan desain yang timeless serta versatile.
Sekarang, yuk kita lihat secara singkat sejarah Rolex Datejust!
Awal Mula dan Pengembangan Pertama
Kemunculan Datejust
Rolex Datejust pertama kali diluncurkan pada ulang tahun ke-40 Rolex dan langsung menjadi game-changer di dunia horologi. Desainnya kemudian banyak ditiru oleh berbagai brand karena Datejust adalah jam tangan otomatis pertama dengan jendela tanggal di posisi jam 3 yang secara otomatis berubah setiap tengah malam, meskipun pada generasi awal belum instantaneous change.
Namun, Datejust bukanlah jam pertama yang memiliki komplikasi tanggal. Fungsi ini sudah muncul sejak awal 1800-an di jam saku, bahkan jam perpetual calendar buatan Thomas Mudge tahun 1762 diduga menjadi yang pertama menampilkan fitur tanggal. Uniknya, komplikasi seperti repeater dan moon phase justru hadir lebih dulu daripada tanggal.
Untuk jam tangan, Movado memperkenalkan jendela tanggal di dial pada tahun 1915, sementara A. Hammerly di tahun yang sama mematenkan desain pointer date lengkap dengan jendela hari. Lalu pada 1930-an, Mimo (yang kemudian menjadi bagian dari Girard-Perregaux) merilis Mimo-Meter, jam tangan pertama dengan jendela tanggal tradisional di posisi jam 3 yang ikut mempopulerkan komplikasi tersebut. Meski begitu, Rolex Datejust-lah yang benar-benar membawa komplikasi tanggal ke arus utama, berkat mekanisme otomatis yang mengganti tanggal tepat tengah malam, dipadukan dengan movement otomatis bersertifikasi chronometer.

Iklan Rolex Datejust pada tahun 1945
1945 – Ref. 4467

Source: Christies
Datejust Ref. 4467 (Circa 1946)
Rolex Datejust memulai sejarahnya dengan case Oyster 36mm berbahan 18k yellow gold, dipadukan dengan fluted bezel bergaya coin-edge dan tentu saja jendela tanggal di posisi jam 3 (pada versi awal belum ada cyclops lens). Model ini juga memperkenalkan Jubilee bracelet lima-link, yang memang dinamai untuk menandai momen ulang tahun spesial Rolex. Sesuai klaimnya, Datejust adalah jam tangan otomatis pertama dengan tanggal yang berubah otomatis setiap tengah malam. Di balik case-nya, terpasang calibre 710 berukuran relatif besar yang membuat bagian caseback harus dibuat melengkung dan lebih menonjol — dikenal dengan sebutan “Big Bubbleback”, lebih besar dibandingkan model Bubbleback Rolex lain pada masanya.
Dial berwarna off-white menampilkan indeks berbentuk dagger berlapis emas dengan titik radium, serta jarum alpha emas dengan insert radium (karena tritium yang lebih aman belum digunakan waktu itu). Bagian tepi luar dial dihiasi minute/seconds track dengan Arabic numerals, sementara jendela tanggal bevel di posisi jam 3 menggunakan cetakan angka hitam — sebuah standar industri yang kemudian diikuti banyak brand.
Pada model pertama ini, tulisan “Datejust” belum ada di dial. Sebagai gantinya, kata “Chronometre” tercetak di atas angka 6, sedangkan di bawah angka 12 tertulis Rolex dan Oyster Perpetual lengkap dengan printed coronet. Tulisan “Datejust” baru benar-benar muncul di dial sekitar tahun 1954 lewat Ref. 6105, meski sebenarnya nama Datejust sudah dipakai dalam iklan dan katalog sejak awal.
Ref. 4467 sendiri awalnya diproduksi terbatas hanya 100 pieces dan dijual bekerja sama dengan surat kabar Swiss Tribune de Genève. Namun, karena sambutan pasar sangat positif, Rolex akhirnya membatalkan konsep limited edition dan mengubahnya ke produksi reguler. Meski begitu, jumlah Ref. 4467 yang pernah dibuat tetap tergolong sedikit, hanya sekitar 1.000 pieces, sehingga kini menjadi salah satu model paling langka Datejust.
1949 – Ref. 5030 & Ref. 5031

Source: Bobswatches
Datejust Ref. 5030 (Circa 1949)
Referensi besar berikutnya, yaitu 5030 dan 5031, bisa dibilang model transisi yang memperkenalkan beberapa elemen baru namun tetap mempertahankan estetika awal dari Ref. 4467. Keduanya masih membawa julukan “Ovettone” karena penggunaan case back Big Bubbleback serta domed crystal yang khas. Bedanya, kali ini Rolex menghadirkan opsi baru berupa Rolesor (kombinasi gold dan steel) serta versi full steel.
Ref. 5030 hadir dengan smooth bezel, sementara Ref. 5031 menggunakan engine-turned bezel, namun selain itu keduanya nyaris sama. Pilihan dial umumnya putih atau hitam, dengan roulette date wheel (tanggal merah dan hitam bergantian) yang cukup sering digunakan. Case ditawarkan dalam yellowgold, rose gold, two tone / Rolesor, hingga full steel.
1950 – Ref. 6104 & Ref. 6105

Source: journal.craftandtailored
Datejust Ref. 6104 Twotone Yellowgold (Circa 1953)
Kedua referensi ini bisa dibilang menjadi model yang terakhir masih mengikuti desain asli Ref. 4467, sebelum akhirnya Rolex mulai melakukan perubahan besar — terutama dengan hadirnya tulisan “Datejust” di semua dial serta penambahan cyclops lens di atas jendela tanggal. Ref. 6104 menggunakan smooth bezel, sementara Ref. 6105 hadir dengan engine-turned bezel, mirip dengan perbedaan pada Ref. 5030 dan 5031 sebelumnya.
Pada periode ini juga muncul variasi unik dimana tulisan Datejust dicetak dengan tinta merah di bawah Oyster Perpetual, yang kemudian dikenal sebagai “Red Datejust” dial. Dial umumnya tersedia dalam warna off-white dan hitam, walaupun ada beberapa versi langka dengan diamond. Ref. 6074 bahkan menjadi varian yang sangat langka karena dibuat dari platinum, dan diyakini hanya ada dua pieces yang diproduksi pada tahun 1950.
Detail pada dial juga mulai berevolusi, misalnya tulisan “Swiss Made” berubah menjadi hanya “Swiss” di bagian bawah dial. Sertifikasi chronometer pun tercetak dengan format berbeda-beda, kadang “Officially Certified Chronometer”, kadang “Chronometer Officially Certified”, dengan dua atau tiga baris tulisan tergantung batch produksinya. Logo Rolex dan coronet kini diterapkan, bukan lagi dicetak. Untuk jendela tanggal, Rolex memberikan opsi angka merah penuh atau roulette wheel.
1953 – Ref. 6304 & Ref. 6305

Source: amsterdamvintagewatches
Datejust Ref. 6304 Black Honeycomb Dial (Circa 1955)
Update ini jadi salah satu yang paling signifikan dalam sejarah Datejust karena untuk pertama kalinya Cyclops lens hadir di atas jendela tanggal — fitur yang kemudian menjadi ciri khas bukan hanya Datejust, tapi juga banyak model Rolex lainnya. Menariknya, pada awal peluncurannya tidak semua jam langsung menggunakan Cyclops; pelanggan bahkan bisa memilih versi dengan crystal standar tanpa pembesaran, karena memang sebagian kolektor dan pengguna kala itu cenderung menolak perubahan.
Ref. 6304 hadir dengan smooth bezel, sementara Ref. 6305 menggunakan fluted bezel yang desainnya jauh lebih mendekati gaya fluted bezel modern Datejust yang kita kenal sekarang. Pada periode ini juga, opsi dial mulai benar-benar meluas dibanding referensi sebelumnya, tidak hanya variasi warna, tapi juga elemen tambahan dan tekstur menarik seperti honeycomb dial. Dari sinilah bisa dibilang bentuk modern Datejust mulai terbentuk.
Eksperimen Mid-Century
1954 – Ref. 6309 to Ref. 116264 (Datejust Turn-O-Graph / Thunderbird)
Ada satu varian menarik dari Datejust yang cukup berbeda karena menggunakan rotating timing bezel, bukan smooth, fluted, atau engine-turned seperti biasanya. Model ini merupakan evolusi dari Turn-O-Graph Ref. 6202 yang diluncurkan tahun 1953 — jam Rolex pertama dengan bezel putar, bahkan mendahului Submariner beberapa bulan. Ref. 6202 sendiri adalah jam time-only dengan nuansa skin-diver, memakai bezel aluminium hitam lengkap dengan skala 60 menit detail.
Namun, kemungkinan untuk menghindari persaingan langsung dengan Submariner yang baru lahir, Rolex akhirnya mengubah Turn-O-Graph menjadi bagian dari lini Datejust pada tahun 1954 melalui Ref. 6309. Model ini membawa fitur khas Datejust: tanggal dengan Cyclops lens, tulisan “Datejust” di dial menggantikan “Turn-O-Graph”, serta bezel logam yang menggantikan insert aluminium versi awal.

Source: mentawatches
Datejust Ref. 6309 Turn-O-Graph ‘Thunderbird’ (Circa 1954)
Cerita makin menarik ketika pada 1953, United States Air Force membentuk Thunderbird Squadron, kelompok demonstrasi udara yang mirip dengan Blue Angels milik US Navy (dibentuk 1946). Seorang pilot Thunderbird diketahui memakai Datejust Turn-O-Graph, dan jam ini kemudian jadi populer di kalangan skuadron. Para pilot bahkan secara resmi meminta Rolex untuk memasok jam bagi tim mereka. Rolex menyambut baik permintaan tersebut, sekaligus melihat peluang pemasaran besar. Hasilnya, model ini dipasarkan di Amerika dengan nama “Datejust Thunderbird”, bahkan ada versi edisi khusus berbahan emas 18k dengan logo Thunderbird di dial.
Seiring waktu, Datejust Thunderbird hadir dalam banyak referensi dan pembaruan, hingga akhirnya berhenti diproduksi pada tahun 2011. Referensi terakhir yang tercatat adalah Ref. 116264 (steel dengan white gold bezel) dan Ref. 116263 (Rolesor). Pada fase akhir produksinya, pilihan material memang semakin terbatas dibanding era sebelumnya, sebelum akhirnya seri ini benar-benar dihentikan.
1956 – Ref. 6604 & Ref. 6605

Source: brevetwatches
Datejust Ref. 6604 (Circa 1958)
Model ini dikenal sebagai titik penting karena memperkenalkan case yang lebih ramping, menggantikan desain Ovettone dengan estetika yang lebih datar dan modern. Hal ini dimungkinkan berkat penggunaan calibre 1065 yang baru dan lebih tipis, sekaligus membawa peningkatan status dari sekadar Officially Certified Chronometer menjadi Superlative Chronometer.
Pada periode ini juga, Rolex memperkenalkan fitur instantaneous date change di mana tanggal langsung berpindah tepat tengah malam, sebuah lompatan besar dibanding mekanisme sebelumnya yang berubah secara perlahan. Meski begitu, fitur quickset date (untuk mengatur tanggal secara cepat) belum tersedia. Dari segi desain, Ref. 6604 hadir dengan smooth bezel, sedangkan Ref. 6605 menggunakan fluted bezel.
1957 – Lady & Mid-Size Datejust

Source: watchclub
Datejust 26mm Ref. 69173 Twotone Yellowgold (Circa 1986)
Pada tahun 1957, Rolex memperkenalkan varian yang lebih kecil, yaitu Lady-Datejust. Dengan ukuran case 26mm, model ini pada dasarnya hampir identik dengan versi pria berukuran 36mm, hanya dibuat lebih kecil agar sesuai untuk wanita — terutama di era ketika jam tangan wanita umumnya berdiameter di bawah 30mm. Baru pada tahun 2015, ukuran Lady-Datejust diperbesar sedikit menjadi 28mm untuk menyesuaikan tren modern.
Memasuki 1960-an, Rolex juga meluncurkan Datejust midsize 31mm, yang diposisikan sebagai jam kecil untuk pria sekaligus cukup besar untuk wanita. Movement yang digunakan umumnya sama dengan versi Lady-Datejust. Di antara ukuran 31mm dan 36mm, ada juga model Rolex Date 34mm yang pertama kali diperkenalkan di tahun 1950-an. Meskipun merupakan model terpisah, Rolex Date tetap membawa estetika dan fitur utama Datejust. Bedanya, model ini biasanya hadir dengan smooth bezel dan Oyster bracelet.
1960 – Ref. 1601

Source: watchclub
Datejust Ref. 1601 (Circa 1963)
Model ini diyakini mulai diproduksi sekitar 1959, meski secara umum lebih sering dianggap resmi diperkenalkan pada 1960. Dengan masa produksi lebih dari 20 tahun, Ref. 1601 bisa dibilang salah satu klasik Datejust yang paling terkenal — dan hingga sekarang masih relatif mudah ditemukan serta cukup terjangkau di pasar pre-owned.
Awalnya, model ini hadir dengan ciri khas lama seperti pie-pan dial dan alpha hands, tapi kemudian berevolusi ke desain yang lebih modern dengan baton hands dan stick indices, gaya yang justru bertahan hingga saat ini. Seperti biasa, Rolex menawarkan banyak variasi dial, namun pada Ref. 1601 inilah formula Datejust modern mulai “final” dengan kombinasi fluted bezel dan Jubilee bracelet, sehingga sebuah 1601 pre-owned dengan konfigurasi ini bisa terlihat nyaris identik dengan Datejust 36mm baru di mata kebanyakan orang.
Untuk movement, model awal menggunakan calibre 1565 buatan Aegler dengan power reserve 42 jam dan beat rate lambat 18,000 vph. Fitur quickset date belum ada, tapi movement ini sudah ditingkatkan dengan shock resistance yang lebih baik dan terkenal sangat andal. Pada tahun 1965, muncul calibre 1575 dengan peningkatan beat rate menjadi 19,800 vph, lalu ditambah fitur hacking seconds pada tahun 1972. Sesuai kebiasaan Rolex kala itu, banyak movement juga diberi label 1560 atau 1570, karena Rolex menggunakan pelat ukiran untuk keseluruhan keluarga movement, bukan individualisasi berdasarkan tiap kaliber.
1977 – Ref. 16030

Source: watchclub
Datejust Ref. 16030 (Circa 1982)
Perubahan besar pada Datejust generasi lima digit pertama hadir lewat penggunaan calibre 3035, yang akhirnya membawa fitur quick set date. Dengan fitur ini, tanggal bisa diatur langsung melalui crown tanpa harus memutar jarum utama berkali-kali. Dari sisi desain, hampir tidak ada perubahan mencolok karena model ini memang lebih bersifat transisi. Bahkan, masih ada overlap dengan Ref. 1601 akhir produksi.
Beberapa elemen vintage tetap dipertahankan, seperti acrylic crystal dan drilled lugs, sementara bezel pada varian steel sering kali hadir dengan finishing engine-turned. Yang jelas, era pie-pan dial resmi berakhir di generasi ini, digantikan dengan dial datar yang lebih modern.
Di lini ini, Ref. 16013 menjadi salah satu konfigurasi paling klasik dengan material Rolesor (kombinasi steel dan emas) plus fluted bezel. Seri 160xx ini sekarang cukup populer di kalangan kolektor karena menawarkan keseimbangan menarik: masih punya nuansa retro dengan elemen vintage, tapi sudah dibekali fitur quick set date yang memudahkan pemakaian sehari-hari.
Evolusi di Era Modern
1977 – Ref. 17000 & Ref. 17013 (Oysterquartz)
Sebagai respons terhadap Quartz Crisis yang dimulai Seiko tahun 1969, Rolex ikut mengembangkan movement quartz mereka sendiri. Sebelumnya, Rolex sempat merilis Rolex Beta 21 (Ref. 5100) pada tahun 1970 yang menggunakan quartz movement buatan Swiss dari Centre Electronique Horloger (CEH) — sebuah konsorsium yang beranggotakan sekitar 20 watchmaker Swiss termasuk Patek Philippe, Omega, dan Piaget. Menariknya, Ref. 5100 ini adalah Rolex pertama yang menggunakan sapphire crystal, bahkan lebih dulu dibanding Day-Date.

Source: watchclub
Datejust Oysterquartz Ref. 17000 (Circa 1978)
Lalu pada tahun 1977, Rolex meluncurkan Oysterquartz Datejust dengan movement quartz in-house, calibre 5035, sementara versi Oysterquartz Day-Date menggunakan calibre 5055. Model ini hadir dalam beberapa varian, seperti Ref. 17000 (steel) dan Ref. 17013 (two-tone Rolesor). Semua Oysterquartz punya desain case khas yang lebih angular dengan integrated bracelet, sehingga tampil berbeda dibanding koleksi mekanikal Rolex yang lebih tradisional. Desain ini sebenarnya punya kemiripan dengan Beta 21, hanya saja Beta 21 menggunakan case 39mm yang lebih besar untuk menampung movement quartz generasi awal yang cukup bulky.
Produksi Oysterquartz berlanjut hingga akhirnya dihentikan pada 2004, namun hingga kini banyak kolektor masih mencari model ini di pasar pre-owned — baik karena desain uniknya maupun tingkat presisi ekstrim yang hanya bisa ditawarkan oleh movement quartz.
1988 – Ref. 16234

Source: watchclub
Datejust Ref. 16234 (Circa 2001)
Referensi ini menandai lahirnya movement baru, yaitu calibre 3135, salah satu mesin Rolex paling legendaris. Meski peningkatan teknisnya terbilang kecil, movement ini menawarkan akurasi dan keandalan yang lebih baik. Beberapa fitur pentingnya termasuk glucydur balance wheel yang stabil secara termal dengan microstella regulating screws, serta Parachrom hairspring milik Rolex yang antimagnetik sekaligus tahan guncangan.
Namun, perubahan terbesar pada generasi ini bukan di mesinnya, melainkan transisi dari acrylic crystal ke sapphire crystal. Inilah langkah terakhir yang benar-benar membawa Datejust masuk ke era modern, dengan durability lebih baik dan tampilan yang lebih premium. Dari sisi estetika, nyaris tidak ada perubahan besar selain variasi dial yang sangat beragam, opsi bezel berbeda (smooth, fluted, hingga engine-turned), serta pilihan dua bracelet klasik Rolex: Oyster dan Jubilee.
2009 – Ref. 116300/116334 (Datejust II)

Source: watchclub
Datejust II Ref. 116334 (Circa 2015)
Perubahan terbesar dalam desain Datejust bisa dibilang terjadi pada tahun 2009 dengan hadirnya Datejust II. Untuk pertama kalinya, ukuran case meningkat dari 36mm menjadi 41mm — sebuah langkah yang cukup mengejutkan dan bahkan kontroversial, mengingat Rolex dikenal sebagai brand konservatif yang jarang melakukan perubahan drastis. Bukan hanya lebih besar, case Datejust II juga terlihat lebih berani, dengan lugs dan bezel yang lebih tebal serta proporsional dengan ukurannya, mengikuti tren industri saat itu yang mengarah ke jam tangan berdiameter besar. Hal ini juga menyesuaikan selera konsumen modern, karena 36mm mulai dianggap kecil untuk ukuran jam pria.
Di balik case-nya, Datejust II diperkuat dengan movement baru, calibre 3136, meskipun perubahannya relatif minor dibanding pendahulunya, calibre 3135. Beberapa referensi yang populer antara lain Ref. 116300 (stainless steel dengan smooth bezel) dan Ref. 116334 (steel dengan white gold fluted bezel). Menariknya, seluruh lini Datejust II hanya tersedia dengan Oyster bracelet, meskipun secara tradisional fluted bezel lebih sering dipasangkan dengan Jubilee bracelet. Kemungkinan besar hal ini dilakukan demi menyederhanakan produksi case yang lebih besar sekaligus menekan biaya. Koleksi Datejust II juga hadir dalam banyak variasi lain, mulai dari pilihan dial hingga kombinasi material berbeda.
2016 – Ref. 126300/126334 (Datejust 41)

Source: watchclub
Datejust 41 Ref. 126334 (Circa 2019)
Rolex tampaknya banyak belajar dari eksperimen dengan Datejust II (meski tidak bisa dibilang kesalahan), lalu melakukan sejumlah modifikasi sambil tetap mempertahankan ukuran case 41mm. Perubahan paling terasa adalah kembalinya opsi Jubilee bracelet di samping Oyster, serta proporsi case yang dibuat lebih ramping — lugs lebih tipis dan bezel lebih sempit — sehingga siluetnya kembali mendekati gaya klasik 36mm. Kombinasi ini langsung lebih diterima pasar, karena menawarkan DNA klasik Datejust dalam ukuran yang lebih modern dan sesuai tren.
Selain desain, Referensi baru Datejust menggunakan calibre baru 3235 – superlative chronometer yang dibekali Chronergy escapement modern dan akurasi ±2 detik per hari, jauh lebih akurat dibanding standar COSC -4/+6 detik per hari. Untuk referensi, Ref. 126300 adalah versi stainless steel dengan smooth bezel, sementara Ref. 126334 hadir dengan white gold fluted bezel. Seperti biasa, koleksi ini juga tersedia dalam banyak varian lain dengan kombinasi material dan dial berbeda, menegaskan fleksibilitas Datejust sebagai model yang benar-benar ikonik sekaligus timeless.
Dapatkan Rolex Datejust terbaik sesuai selera anda hanya di Oneluxe!
Baca juga: Rolex Daytona, Jejak Sejarah Racing Chronograph Rolex yang Legendaris
Referensi
Slaven, Erik. “The Evergreens: The History of the Rolex Datejust, The Crown’s Timeless Icon.” Monochrome Watches, 22 Aug. 2025, https://monochrome-watches.com/rolex-datejust-complete-history/.

