Rolex Daytona: Jejak Sejarah Racing Chronograph Rolex yang Legendaris

Rolex Daytona

Dari sekian banyak jam tangan yang pernah dibuat Rolex, bisa dibilang Rolex Daytona adalah salah satu model yang paling populer sampai sekarang. Awalnya, Daytona memang dirancang khusus buat para pembalap profesional. Tapi peran aktor legendaris Paul Newman juga nggak bisa dipisahkan—karena berkat dia, Daytona jadi makin terkenal dan ikonik.

Sampai hari ini, kalau orang nyebut Rolex Chronograph, biasanya yang langsung kepikiran ya pasti Daytona. Tapi, tahukah kamu? Jauh sebelum nama 'Daytona' resmi dipakai, Rolex sebenarnya sudah bikin jam tangan dengan komplikasi chronograph sejak beberapa dekade sebelumnya.

Lalu, bagaimana sebenarnya cerita di balik kelahiran Daytona, dan bagaimana perjalanan panjangnya hingga menjadi model yang legendaris seperti sekarang? Mari simak kisah-nya di sini!

Era Eksperimen Chronograph dan Awal Lahirnya Daytona

Pengembangan Chronograph

Di era 1930-an, Rolex mulai bereksperimen dengan jam tangan chronograph mekanikal. Nah, di masa itu, ada satu momen penting yang memicu Rolex untuk semakin serius mengembangkan teknologi stopwatch mereka.

Pada tanggal 3 September 1935, Sir Malcolm Campbell mencetak rekor dunia (darat) dengan kecepatan 301,337 mil per jam (atau setara 485,87 km/jam) di Bonneville Salt Flats, Utah. Saat melakukan aksi ekstrem itu, Campbell memakai Rolex Oyster di pergelangan tangannya.

Rolex Ad

Iklan Rolex “Oyster” tahun 1935

Setelah sukses memecahkan rekor, Campbell mengirim surat ucapan terima kasih ke Rolex, karena jam yang ia pakai dirasa tetap akurat dan tahan banting menghadapi getaran hebat dan kecepatan tinggi. Testimoni Campbell ini akhirnya jadi salah satu momen penting dalam strategi marketing Rolex. Sejak saat itu, Rolex mulai serius mengembangkan jam chronograph untuk balapan.

Sekitar satu dekade kemudian, di era 1940-an, Rolex sukses mengembangkan jam chronograph dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Contohnya seperti Rolex Oyster Ref. 4500 dan Ref. 3668. Memasuki tahun 1950-an, Rolex juga meluncurkan dua model chronograph lainnya – Ref. 6034 dan Ref. 6234.

Pre-Daytona

Jam Tangan Rolex Daytona

Pre-Daytona Ref. 6238

Dari tahun 1962 sampai 1968, Rolex memproduksi Ref. 6238 dalam jumlah yang cukup terbatas. Model ini sangat berpengaruh terhadap lahirnya Ref. 6239, yang nantinya dikenal sebagai “First Daytona”. Karena itulah, Ref. 6238 sering dijuluki sebagai model 'Pre-Daytona'.

Kalau kita lihat dial-nya, di bawah crown pada posisi jam 12, tulisannya cuma 'Rolex Chronograph' — nggak ada tulisan 'Daytona' sama sekali. Bahkan di Ref. 6239, nama 'Daytona' juga belum langsung muncul.

Asal Usul Cosmograph

Seperti yang udah disebutkan, Daytona pertama nggak langsung dinamakan 'Daytona'. Di tahun 1963, Rolex merilis model ini dengan nama 'Cosmograph' aja. Baru setahun setelahnya, kata 'Daytona' mulai ditambahkan di dial — tapi tulisan 'Cosmograph' tetap dipertahankan dan bahkan masih ada di Daytona versi modern sampai sekarang.

Mungkin kamu penasaran, kenapa tiba-tiba istilah 'chronograph' diganti jadi 'cosmograph'? Nah, 'Cosmograph' itu sebenarnya bukan istilah yang diciptakan Rolex. Kata ini gabungan dari 'Cosmo' (yang artinya dunia atau semesta) dan 'graph' (yang berarti mencatat atau merekam). Istilah ini juga nyambung sama cosmography, yaitu ilmu yang memetakan dunia atau semesta secara keseluruhan.

rolex cosmograph daytona

Salah satu iklan Rolex di era pertengahan abad ke-20 menampilkan Ref. 6062 Triple Calendar Moonphase. Kalau diperhatikan, nama 'Cosmograph' di mention di bawah teks brand Rolex

Rolex pertama kali pakai istilah 'Cosmograph' di jam Ref. 6062 Triple Calendar Moonphase Stelline, yang diproduksi sampai sekitar tahun 1956-1957. Waktu itu, nama 'Cosmograph' memang masuk akal karena jamnya punya komplikasi kalender dan moonphase yang berhubungan dengan perhitungan astronomi.

Tapi kenapa nama 'Cosmograph' malah dibawa lagi beberapa tahun kemudian buat chronograph balap seperti Daytona? Nah, sampai sekarang, itu masih jadi misteri yang belum pernah dijelaskan secara resmi oleh Rolex.

1963 – Ref. 6239

Jam Tangan Rolex Daytona

Daytona Ref. 6239 “Cosmograph”

Rolex memperkenalkan Daytona pertamanya pada tahun 1963 dengan Ref. 6239, dengan diameter 36–37 mm, dan hanya nama “Cosmograph”. Nama “Daytona” ditambahkan setahun berikutnya, tahun 1964, terinspirasi dari sirkuit Daytona di Florida. Sejak itu, kedua nama ini selalu tampil bersama pada dial jam model daytona.

Jam Tangan Rolex Daytona

Daytona Ref. 6239 Circa 1969, dengan teks “Daytona” sudah di print di Dial, di atas sub-dial pukul 6

Rolex Daytona original pertama, yaitu Ref. 6239, jadi jam tangan pertama dalam sejarah Rolex yang menggunakan desain subdial chronograph dengan warna kontras atau inverted colors — misalnya, hitam di atas dial silver, atau putih di atas dial hitam, tergantung variannya.

Selain itu, Ref. 6239 juga untuk pertama kalinya menampilkan tachymeter scale yang diukir langsung di bezel, bukan lagi dicetak di permukaan dial seperti model sebelumnya. Detail ini kemudian jadi salah satu ciri khas ikonik dari lini Rolex Daytona hingga hari ini.

Generasi Awal Daytona

1965 – Ref. 6240

Daytona Ref. 6240

Daytona Ref. 6240

Daytona Ref. 6240 rilis dengan pembaruan tombol chronograph dan crown yang kini menggunakan sistem screw-down yang membuat jam menjadi tahan air sampai kedalaman 100 meter. Berkat kelebihan ini, Daytona mulai mendapatkan status "Oyster" pada dial-nya. Desain bezel pun berubah dari bahan steel ke akrilik hitam dengan tachymeter teks berwarna putih.

1966 – Ref. 6241

Daytona Ref. 6241 Exotic Dial a.k.a Paul Newman Dial

Daytona Ref. 6241 Exotic Dial a.k.a Paul Newman Dial

Pada tahun 1966, Rolex meluncurkan Daytona Ref. 6241 yang dikenal sebagai “Rolex Daytona Paul Newman” karena sering dikenakan oleh aktor sekaligus pembalap amatir legendaris tersebut.

Model ini merupakan perpaduan antara Ref. 6239 dan Ref. 6240, yang kemudian melahirkan opsi Daytona lainnya — dengan tombol chronograph model pump pushers seperti 6239, tapi memakai bezel hitam dari bahan akrilik seperti di Ref. 6240.

Pada Ref. 6241 ini, tulisan 'Daytona' biasanya dicetak melengkung di atas subdial jam 6 (umumnya dengan warna silver). Tapi ada juga versi langka dengan tulisan 'Cherry Red Daytona', yaitu versi dengan tulisan merah terang yang jumlahnya sangat terbatas.

Ref. 6241 ini sebenarnya lebih banyak ditujukan untuk pasar Amerika. Produksinya pun terbatas, hanya sekitar 3.000 unit, baik dalam versi stainless steel maupun yellow gold. Dari jumlah itu, bahkan yang versi 14k yellow gold diperkirakan cuma ada kurang dari 300 unit.

Pada tahun 1969, produksi Ref. 6239, 6240, dan 6241 resmi dihentikan karena Rolex meluncurkan generasi Daytona berikutnya di tahun 1970.

Next Generation: Movement Baru

1970 – Ref. 6262 & Ref. 6264

Daytona Ref. 6262 (Kiri), Ref 6264

Daytona Ref. 6262 (Kiri), Ref 6264

Di awal tahun 1970-an, tepatnya dalam periode singkat antara 1970 sampai 1972, Rolex merilis dua referensi baru sebagai kelanjutan dari model sebelumnya. Yang pertama adalah Ref. 6262, versi update dari Ref. 6239 dengan bezel tachymeter berbahan steel. Lalu ada juga Ref. 6264, yang merupakan penerus Ref. 6241 dan masih menggunakan bezel hitam dari bahan akrilik.

Di kedua model ini, tulisan 'Daytona' hampir selalu dicetak melengkung di atas subdial jam 6. Menariknya, saat itu Rolex belum melanjutkan Ref. 6240 yang punya screw-down pushers dan crown. Jadi, untuk beberapa tahun, mereka balik lagi pakai pump pushers karena fitur tahan air belum dianggap prioritas utama buat chronograph yang memang lebih ditujukan untuk dunia balap mobil.

Ref. 6262 dan 6264 ini sering disebut sebagai model transisi Daytona, karena memperkenalkan movement baru, yaitu Rolex Caliber 727. Mesin ini sebenarnya masih berbasis Valjoux 72, tapi dengan beberapa pembaruan penting. Salah satunya adalah peningkatan frekuensi jadi 21.600 vph (3Hz), sementara spesifikasi lainnya tetap dipertahankan seperti 17 jewels dan power reserve 48 jam.

1971 – Ref. 6263 & Ref. 6265

Di tahun 1971, Rolex memperkenalkan dua model Daytona berikutnya — dan keduanya termasuk dalam produksi Daytona terpanjang, kurang lebih berlangsung selama 17 tahun. Bahkan, model ini sering dianggap sebagai yang paling terkenal di sejarah Daytona.

Dua model ini tetap memakai Caliber 727 dari era transisi sebelumnya. Namun, perlu dicatat, hanya Ref. 6264 yang masih diproduksi sampai 1972, sementara Ref. 6262 sudah discontinued di tahun 1971.

Daytona Ref. 6263 “Sigma” Dial (Circa 1975)

Daytona Ref. 6263 “Sigma” Dial (Circa 1975)

Buat para kolektor, ada banyak varian dial dengan detail kecil yang menarik untuk dikoleksi. Misalnya, ada dial dengan tulisan 'T Swiss T' di bagian bawah (menandakan penggunaan lume tritium), dan ada juga versi yang belum ada tulisan 'Daytona' di dial-nya, biasanya disebut Sigma dial.

Simbol Sigma (σ) biasanya terdapat di kedua sisi tulisan 'T Swiss T' di bagian bawah dial. Simbol ini menandakan bahwa jam tersebut menggunakan material emas (asli) pada bagian indeks atau elemen tertentu di dial-nya, meskipun keseluruhan jamnya berbahan stainless steel atau material lain.

Daytona Ref. 6265 “Big Red” Dial (Circa 1982)

Daytona Ref. 6265 “Big Red” Dial (Circa 1982)

Ada juga varian langka seperti dial 'Cherry Red' dan 'Big Red', yang punya tulisan 'Daytona' melengkung di atas subdial jam 6, dengan warna merah muda terang untuk Cherry Red, atau merah tebal dan mencolok untuk Big Red.

Masuk ke era 1980-an, Daytona versi 18k yellow gold mulai mendapatkan tulisan 'Superlative Chronometer Officially Certified' di dial-nya, tepat di bawah tulisan Rolex dan Oyster. Tapi anehnya, versi steel dari Daytona Ref. 6263 dan 6265 nggak punya tulisan ini, dan juga nggak dikasih sertifikat COSC. Sampai sekarang, nggak ada penjelasan resmi dari Rolex apakah movement Daytona steel di era 1980-an itu memang pernah di-COSC atau tidak.

Zenith Daytona

1988 – Ref. 16520

Di tahun 1988, Rolex Daytona mengalami pembaharuan besar yang jadi titik balik penting dalam sejarahnya. Rolex merilis Oyster Perpetual Cosmograph Daytona Ref. 16520, yang menandai peralihan dari chronograph manual ke versi automatic (self-winding).

Zenith Daytona Ref. 16520 (Circa 1995)

Zenith Daytona Ref. 16520 (Circa 1995)

Rolex menggunakan movement Zenith El Primero sebagai basisnya – yang pada saat itu dianggap sebagai salah satu chronograph Swiss terbaik. Itulah sebabnya Ref. 16520 sering disebut sebagai “Zenith Daytona” oleh para kolektor. Tapi, tentu saja, Rolex nggak puas begitu saja dengan hanya memasang movement buatan watchmaker lain.

Movement tersebut kemudian dimodifikasi besar-besaran oleh Rolex hingga menjadi Caliber 4030. Total ada sekitar 200 perubahan yang dilakukan, dengan mengganti setengah dari komponen aslinya.

Salah satu perubahan utama adalah penurunan frekuensi dari yang awalnya high-beat 36.000vph (5Hz) menjadi 28.800vph (4Hz). Ini dilakukan supaya sesuai dengan standar movement lain di lini COSC-certified Rolex.

Movement column-wheel 31 jewels ini juga punya power reserve 54 jam, meningkat dibandingkan movement Daytona manual yang sebelumnya hanya 48 jam. Pada masanya, Caliber ini dianggap sebagai salah satu chronograph automatic terbaik yang pernah dibuat.

Ref. 16520 ini juga membawa banyak perubahan lain, seperti ukuran case yang lebih besar yaitu 40mm (sebelumnya hanya 36-37mm), lalu kacanya sudah pakai sapphire crystal menggantikan Plexiglas. Dial-nya juga tampil lebih modern dengan finishing lacquered dial yang glossy, plus subdial yang kontras warnanya.

Zenith Daytona Ref. 16520 “Inverted Six” (Circa 1991)

Zenith Daytona Ref. 16520 “Inverted Six” (Circa 1991)

Varian awal dari Daytona Ref. 16520 punya beberapa julukan unik dari para kolektor. Salah satunya adalah 'Floating Cosmograph', karena tulisan 'Cosmograph' di dial posisinya lebih rendah dan agak terpisah dari empat baris teks di atasnya, jadi terlihat seperti 'melayang'. Ada juga sebutan 'Inverted Six', karena angka 6 di sub-dial jam 6 posisinya terbalik, jadi mirip angka 9.

Di masa awal produksinya, Rolex sempat menghapus kata 'Officially Certified' dari tulisan 'Superlative Chronometer Officially Certified', supaya teks di bagian atas dial cukup empat baris saja. Tujuannya? Biar tampilan teks di dial jadi lebih rapi dan tulisan 'Cosmograph'-nya punya jarak yang lebih konsisten dengan teks lainnya.

Modern Daytona: Full In-House Movement

2000 – Ref. 116520

Daytona Ref. 116520

Daytona Ref. 116520

12 Tahun setelah perilisan Zenith Daytona, yang membuat lini Daytona melonjak pesat, tepat tahun 2000, Rolex memperkenalkan Ref. 116520, yang juga menjadi momen penting Daytona, karena untuk pertama kalinya, Daytona menggunakan movement full in-house / buatan Rolex sendiri.

In-House Rolex Caliber 4130

In-House Rolex Caliber 4130

Setelah dikembangkan selama lima tahun, Rolex akhirnya merilis chronograph in-house pertama mereka dengan Caliber 4130. Movement ini punya 44 jewels, pakai sistem vertical clutch, dan tetap menggunakan column-wheel — tapi dengan desain yang jauh lebih efisien karena jumlah komponennya berkurang sekitar 20% dibanding Caliber 4030 sebelumnya.

Frekuensinya tetap 28.800vph (4Hz), tapi power reserve-nya meningkat jadi 72 jam (sebelumnya 54 jam di Caliber 4030). Di movement ini juga pertama kalinya Rolex memperkenalkan Parachrom hairspring, yang lebih tahan terhadap guncangan dan perubahan suhu. Pastinya movement ini juga COSC-certified, dengan tingkat akurasi -4/+6 detik per hari.

Sekilas, tampilan Daytona Ref. 116520 memang mirip dengan model sebelumnya, Ref. 16520. Tapi kalau diperhatikan lebih detail, ada beberapa perubahan signifikan. Salah satunya, subdial small seconds dipindahkan dari posisi jam 9 ke jam 6, bertukar tempat dengan counter 12 jam.

Selain itu, penempatan semua subdial juga sedikit disesuaikan, walaupun perubahannya cukup halus dan nggak langsung terlihat kalau nggak teliti. Mulai tahun 1998, Rolex juga secara resmi mengganti material lume dari tritium ke LumiNova, dan semua Daytona Ref. 116520 sudah mengikuti perubahan ini.

2011 – Ref. 116515LN

Daytona Ref. 116515LN Choco Arabic Dial (Circa 2012)

Daytona Ref. 116515LN Choco Arabic Dial (Circa 2012)

Pada tahun 2011, Rolex melakukan pembaruan besar untuk lini Daytona dengan memperkenalkan ceramic bezel, atau dalam istilah Rolex disebut Cerachrom bezel. Cerachrom menggantikan bezel metal tradisional dan langsung dapat banyak pujian karena tampilannya yang lebih modern dan tahan gores. Model pertama dengan bezel keramik ini muncul di varian Everose gold, salah satunya adalah Daytona Ref. 116515LN, yang awalnya dipasangkan dengan leather strap. Nggak lama setelah itu, Rolex mulai menawarkan pilihan lain, seperti versi dengan gold bracelet atau material lainnya.

2013 – Ref. 116506 50th Anniversary

Daytona Ref. 116506 Platinum Ice Blue

Daytona Ref. 116506 Platinum Ice Blue

Untuk merayakan 50 tahun Daytona di tahun 2013, Rolex merilis versi spesial yang dibuat dari full platinum dengan Oyster bracelet. Jam ini memadukan chocolate brown cerachrom bezel dan ice blue dial, dan sering dijuluki kolektor sebagai 'Platona' — singkatan dari 'Platinum Daytona'. Sampai sekarang, Platona dianggap sebagai salah satu Daytona paling ikonik dan collectible. Tapi siap-siap aja, karena buat bisa punya jam ini, kamu harus merogoh kocek yang dalam.

2016 – Ref. 116500LN

Daytona Ref. 116500LN Steel Ceramic

Daytona Ref. 116500LN Steel Ceramic

Pada tahun 2016, Rolex kembali ke akar desain Daytona dengan merilis Ref. 116500LN — model stainless steel dengan pilihan dial klasik hitam atau putih (yang juga sering disebut panda dial). Jam ini juga dibekali dengan Cerachrom bezel hitam.

Model steel ini langsung jadi fenomena dan menandai perubahan Daytona ke status 'unicorn', alias super langka dan susah didapat. Sampai sekarang, Daytona 116500LN masih jadi Daytona modern paling populer, bahkan bisa dibilang sebagai salah satu jam Rolex steel paling dicari di dunia.

2023 – Ref. 126500LN 60th Anniversary

Daytona Ref. 126500LN

Daytona Ref. 126500LN

Pada tahun 2023, untuk merayakan ulang tahun ke-60 Daytona, Rolex memperbarui koleksi Daytona dengan merilis Ref. 126500LN, yang menggantikan Ref. 116500LN. Model terbaru ini mengalami cukup banyak perubahan, baik dari sisi tampilan maupun bagian dalam mesinnya.

Daytona Ref. 126500LN masih mempertahankan diameter 40mm, tapi case-nya sekarang lebih ramping dengan lekukan yang lebih halus dan lugs yang lebih meruncing, dengan ketebalannya yang juga dikurangi. Selain itu, Cerachrom bezel kini punya metal ring di sekelilingnya (yang sebenarnya adalah bagian dari case itu sendiri). Beberapa orang menyebut metal ring ini sebagai 'ring bezel'.

Bracelet Oyster-nya juga dirombak dengan desain baru — bagian outer links dibuat lebih runcing supaya lebih menyatu dengan lugs yang juga sudah di-update. Selain itu, gap antar link-nya lebih fleksibel, sehingga saat dipakai, jam ini lebih nyaman dan nggak ada celah yang terlihat di pergelangan tangan. Crown guard sekarang juga dibuat lebih panjang dan lebih menyatu dengan desain case.

Semua perubahan ini memang terkesan subtle dan mungkin nggak langsung kelihatan oleh orang awam. Tapi buat para penggemar Rolex, perubahan ini dianggap cukup besar.

Salah satu alasan utama perubahan ini adalah karena Rolex telah memperkenalkan movement baru, yaitu Caliber 4131, sebagai chronograph in-house generasi kedua. Movement ini memungkinkan case jadi lebih tipis dengan ketebalan 11,5mm — lebih ramping 0,5mm dari generasi sebelumnya.

Dial-nya juga mengalami banyak pembaruan. Bagian dalam sub-dial dibuat lebih besar, sehingga ring di sekelilingnya jadi lebih tipis. Indeks dari emas putih 18k sekarang ukurannya sedikit lebih kecil, dan proporsi serta penempatannya juga diatur ulang agar lebih balance.

Selain itu, sub-dial yang dulu punya pola snail kini pakai finishing brushed vertikal, sementara dial utama tetap dengan sunray finish. Jarum jam dan menit sekarang sedikit lebih lebar, dan Super-LumiNova diganti dengan Chromalight, material lume buatan Rolex sendiri.

Setelah tahun 2023, sebenarnya belum banyak perubahan besar untuk Daytona. Masih pakai calibre yang sama dan tetap menggunakan kode referensi 1265xx. Bedanya mungkin hanya di pilihan material atau warna dial yang baru. Mungkin kita bakal nunggu sampai Daytona ulang tahun yang ke-70 untuk perubahan selanjutnya? Ya, kita lihat aja nanti!

Oh ya, kalau kamu mau tahu harga Rolex Daytona terbaru, mulai dari yang vintage sampai yang model paling baru, pastikan selalu pantau Oneluxe! Dijamin original dan terpercaya!

Baca juga: Rolex GMT-Master II, Kisah Jam Tangan Penjelajah Waktu

Referensi

Slaven, Erik. “In-Depth: The History of the Rolex Daytona, The Emblematic Racing Chronograph.” Monochrome Watches, 20 Dec. 2024, https://monochrome-watches.com/history-rolex-daytona-chronograph-1963-in-depth-review/.

Watches, Written. “Rolex Daytona History - Complete Guide to Dials, Movements & Evolution.” Menu, https://www.bobswatches.com/rolex/daytona/history.

Ehrlich, Posted. “The Complete History Of The Rolex Daytona Cosmograph.” Welcome to RolexMagazine.Com, 14 Nov. 2020, https://www.rolexmagazine.com/2010/02/2010-story-preview-complete-history-of.html.

“Wind Vintage.”, https://www.windvintage.com.

Share Tweet Pin it
Back to blog