Lebih dari 60 tahun sejak pertama kali diperkenalkan, TAG Heuer Carrera terus berevolusi — baik dari sisi desain, material, maupun mekanisme. Meski begitu, tujuan utamanya tetap sama: menjadi tool watch andalan para pembalap. Yuk, kita lihat lebih dekat salah satu chronograph paling ikonik dalam sejarah jam tangan!
1960s: Asal Usul Carrera & Generasi Pertama
Sejak awal berdiri, Heuer (sebelum resmi berganti nama menjadi TAG Heuer) sudah dikenal sebagai brand yang fokus di stopwatch dan jam chronograph. Menjelang akhir 1950-an hingga awal 1960-an, tren jam tangan chronograph mulai booming. Melihat peluang tersebut, perusahaan pun terdorong untuk menciptakan sesuatu yang lebih sporty, sekaligus selaras dengan tren dunia motorsport saat itu.

Jack Heuer
Source: tagheuer.com
Di bawah kepemimpinan Jack Heuer — yang juga seorang pembalap dan pecinta motorsport sejati — lahirlah sebuah jawaban untuk kebutuhan itu: Heuer Carrera, sebuah chronograph murni terinspirasi dari dunia balap.

Carrera Panamericana
Cerita di balik nama Carrera sendiri dimulai tahun 1962, ketika Jack Heuer bertemu dengan Rodriguez Brothers di ajang balap 12 Hours of Sebring. Dari merekalah Jack mengenal salah satu balapan paling berbahaya di dunia: Carrera Panamericana. Ajang ini adalah balap mobil lintas negara di jalan raya terbuka Meksiko yang berlangsung lima tahun berturut-turut, dari 1950 hingga 1954.
Meskipun saat itu lombanya sudah tidak ada lagi, Jack merasa nama “Carrera” dan kisah dibaliknya sangat menarik. Menurutnya, kata Carrera juga mudah diucapkan di berbagai bahasa. Sekembalinya ke Swiss dari Amerika, ia langsung mendaftarkan nama tersebut secara resmi.
Dengan nama yang sudah mantap, Jack lalu mulai merancang jam tangan khusus untuk para gentleman drivers. Tujuan utamanya jelas: menciptakan jam tangan yang paling praktis dan paling mudah dibaca saat menyetir, sekaligus bisa digunakan untuk menghitung waktu balapan dan kecepatan.
Berbekal latar belakangnya di bidang engineering, Jack Heuer menerapkan prinsip desain produk yang sederhana dan fungsional, sehingga lahirlah jam tangan ikonik pertamanya pada tahun 1963: Heuer Carrera 2447.

Heuer Carrera Ref. 2447
Source: timeandtidewatches.com
Generasi pertama Heuer Carrera Ref. 2447 hadir dari tahun 1963 sampai 1970. Jam ini menggunakan case 36mm dengan bentuk caseband lurus dan permukaan lugs yang datar — desain Carrera yang kemudian dipertahankan lebih dari 55 tahun.
Awalnya, Carrera 2447 hanya hadir dengan dial single tone (kebanyakan warna silver). Namun, demi meningkatkan keterbacaan, desain dial-nya kemudian berkembang menjadi two-tone (Panda atau Reversed-Panda). Semua model pada era ini masih memakai mesin manual, sebagian besar dipasangkan dengan movement yang di-sourcing dari luar, seperti Valjoux 72 dan Valjoux 92.
1970s: Era Keemasan
Pada tahun 1969, Heuer bersama Buren, Hamilton, Breitling, dan Dubois Depraz memperkenalkan salah satu chronograph otomatis pertama di dunia: Calibre 11 yang legendaris. Kehadiran movement ini, ditambah dengan tren jam tangan yang lebih besar dan berwarna serta meningkatnya minat publik terhadap Formula 1, membuat wajah Carrera berubah secara drastis.

Pada saat itu, Heuer hanyalah merek jam tangan, bukan pabrikan. Jadi, mereka masih mendapat pasokan dari luar untuk kebutuhan mesin jam. Dengan mengganti mesin Valjoux ke Calibre 11, Heuer memulai era emas-nya.
Tidak hanya soal mesin saja, dari segi desain Heuer banyak melakukan eksperimen desain dan warna yang lebih berani. Tahun 1970-an jadi saksi peluncuran jam tangan berbentuk barel, yang tidak bundar, tetapi juga tidak persegi dengan lug yang lebih tebal, dan dial yang mencolok.

Source: timeandtidewatches.com
Seiring berjalannya waktu, berbagai desain Carrera terus bermunculan. Selama dua dekade produksi berkelanjutan, jam ini kerap terlihat di pergelangan tangan para pembalap top dunia, mulai dari Bruce McLaren, Jo Siffert, Ayrton Senna, Niki Lauda, hingga Clay Regazzoni.

Heuer Carrera Ref. 1158 CHN
Source: sothebys.com
Salah satu jam tangan Carrera yang paling diburu kolektor hingga kini adalah Ref. 1158 CHN — Carrera emas 18 karat yang diberikan kepada para pembalap Ferrari F1 saat Heuer menjadi sponsor tim tersebut antara tahun 1971 hingga 1979. Beberapa legenda seperti Niki Lauda, Mario Andretti, Jacky Ickx, dan Ronnie Peterson pernah memakai model ini. Jam milik Peterson sendiri kemudian dibeli kembali oleh TAG Heuer dalam lelang Sotheby’s tahun 2016 dengan harga rekor USD 230.000.
1980s: Krisis Quartz & Penghentian Produksi
Sayangnya, tahun 1980-an adalah masa sulit bagi industri jam tangan, tidak terkecuali untuk Heuer. Kehadiran quartz movement ternyata bukan kabar baik bagi Carrera. Walaupun Heuer sempat mencoba beberapa model dengan calibre bertenaga baterai, krisis quartz justru membuat Carrera ikut terpuruk hingga akhirnya harus discontinued pada tahun 1984.
Pada 1982, Jack Heuer terpaksa menjual perusahaan ke konsorsium investor yang melibatkan Piaget dan Nouvelle Lemania. Lalu, di tahun 1985, kepemilikan Heuer kembali berpindah tangan ke Techniques d’Avant Garde (TAG) — perusahaan yang punya investasi di bidang teknologi tinggi, penerbangan, dan tentu saja Formula 1 lewat tim McLaren.
Meski langkah ini bisa dibilang sebagai “jalan terbaik” untuk menyelamatkan brand, keputusan tersebut menandai berakhirnya koleksi Carrera. TAG Heuer yang baru terbentuk lebih fokus ke arah berbeda, seperti koleksi Formula 1 yang lebih terjangkau dan Diver watches. Namun, untungnya ini hanya bersifat sementara.
1996: Kebangkitan Carrera

Philippe Champion & Jack Heuer pada peluncuran edisi baru TAG Heuer Carrera di Monza Grand Prix Tahun 1996
Source: oracleoftime.com
Pada tahun 1996, Carrera comeback lewat model retro-style yang terinspirasi dari jam Carrera original (Ref. 2447). Jam tangan ini hadir dengan dua pilihan mesin: hand-winding Lemania atau automatic ETA chronographs.
Re-edition Carrera tahun 1996 bisa dibilang hampir merupakan replika sempurna dari model original 1963, tapi kali ini dibekali dengan engineering dan material modern. Ada tiga model dalam lineup Carrera Re-edition 1996: dua versi steel dengan dial putih dan hitam, serta satu model spesial emas solid 18k dengan dial silver.

TAG Heuer Carrera Ref. CS3110 (Circa 1996)
Source: analogshift.com
Semua model tersebut didasarkan pada Carrera Chronograph 1963, bahkan masih mempertahankan ukuran case 36mm dan movement manual-wind chronograph, kali ini menggunakan calibre modern dari Lemania. Sekilas, nyaris sulit membedakan re-edition ini dengan model original. Perbedaan paling mudah terlihat justru ada di dial, karena edisi 1996 ini tidak menuliskan nama “Carrera”, melainkan hanya menampilkan logo perisai Heuer yang ikonik.
Abad ke-21: Berbagai Inovasi Modern
Sejak di “bangkit-kan” kembali, Carrera terus berevolusi tanpa henti. Meski desain, material, dan mesinnya selalu diperbarui mengikuti zaman, jam ini tetap setia pada roh aslinya: sebuah instrumen untuk para pembalap, dengan fokus kuat pada dunia motor sport dan fungsi praktis.
2000-2002: Classic Carrera
Memasuki awal milenium baru, TAG Heuer mengalami perubahan besar setelah resmi diakuisisi oleh LVMH. Grup mewah asal Prancis ini langsung menunjuk Jean-Christophe Babin sebagai CEO baru. Manajemen yang baru kemudian mengambil dua langkah penting yang sangat mempengaruhi arah produk TAG Heuer.
Pertama, Carrera dan Monaco tidak lagi sekadar hadir sebagai limited edition, melainkan dijadikan bagian dari lini permanen. Langkah kedua, Jack Heuer ditunjuk sebagai Honorary Chairman TAG Heuer. Strategi ini mengubah posisi Carrera dari sekadar jam bernuansa retro menjadi ikon utama brand, peran yang terus bertahan hingga hari ini.
Kalau re-edition 1996 masih sangat setia pada desain Carrera 1963, maka model-model baru yang masuk ke dalam “Classics Collection” tahun 2000 justru lebih bebas — tidak lagi terikat pada elemen historis tertentu. Selain itu, peralihan besar juga terjadi dari manual-winding movement ke automatic movement.

TAG Heuer Carrera Ref. WV2112
Source: zeitauktion.com
Ada dua varian Carrera terbaru pada saat itu: WV2112, jam tiga jarum dengan dial putih, dan WS2113, versi GMT dengan dial hitam. Berbeda dengan dial model lama yang minimalis, kedua model ini sudah menggunakan Arabic numerals sebagai hour markers dan railroad track untuk menit.
2002-2008: Heritage-Inspired Models
Meskipun re-edition Carrera pertama sukses besar, ukuran case 36mm dianggap terlalu kecil untuk standar saat itu. Hal ini diperbaiki pada tahun 2002, ketika TAG Heuer merilis koleksi Carrera baru yang masih terinspirasi model heritage, tapi dengan ukuran case diperbesar menjadi 39mm.

TAG Heuer Carrera Ref. CV2111
Source: zeitauktion.com
Tiga model yang diperkenalkan antara lain: CV2110 (dial putih), CV2111 (dial hitam polos), dan satu model dengan dial hitam plus aksen kontras “Daytona rings.” Semua model ini sudah mengusung nama TAG Heuer dan menggunakan Calibre 17 automatic movement, dengan posisi tanggal unik di pukul 4:30.

TAG Heuer Carrera Ref. CV2117
Source: swisswatchexpo.com
Generasi ini juga melahirkan dua edisi spesial dengan dial dua sub-register. Pertama, pada 2004, TAG Heuer merilis model CV2117 untuk memperingati 40 tahun Carrera. Desainnya menggunakan skema warna yang kemudian dikenal sebagai “Jack Heuer colors”: perpaduan abu-abu gelap dan terang dengan aksen merah.
Lalu, pada 2005, hadir model CV2118 khusus untuk menghormati Enstall Classic, sebuah rally mobil klasik di Austria. Ciri khas model ini ada pada garis merah mencolok di chronograph minute recorder serta jarum detik chronograph berwarna merah.
2004: Eksternal Bezel
Pada 2004, TAG Heuer meluncurkan versi baru Carrera yang menandai pergeseran besar dari model-model sebelumnya. Alih-alih sekadar mengikuti desain lama, generasi ini jadi pernyataan TAG Heuer tentang seperti apa wajah Carrera modern. Di sinilah transisi terjadi, dari sekadar retro design menuju gaya kontemporer yang tetap mengambil inspirasi dari masa lalu.

TAG Heuer Carrera Ref. CV2010
Source: zeitauktion.com
Seri baru ini (CV20XX) hadir dengan case 41mm, masih mempertahankan lug khas Carrera dan desain chronograph-pusher. Perubahan paling signifikan ada pada penambahan fixed external bezel dengan skala tachymeter — pertama kalinya fitur ini muncul di Carrera.
Sejak awal, memang Heuer sudah menghadirkan tachymeter scale, tapi selalu tercetak di dial, bukan di bezel luar. Kehadiran bezel tachymeter ini sekaligus menegaskan identitas Carrera sebagai jam balap sejati.
Dari sisi dial, layout-nya menggunakan tiga sub-register di posisi 12, 9, dan 6, plus jendela tanggal di pukul 3. Konfigurasi ini lahir dari penggunaan Calibre 16, yang untuk pertama kalinya dipasangkan pada Carrera.
Era 2000-an juga menjadi awal ketika TAG Heuer mulai memperkenalkan concept watches, sebuah ide yang umum di industri otomotif. Salah satu yang paling menarik adalah Carrera Calibre 360, dengan sub-dial yang bisa mengukur waktu hingga 1/100 detik.
2010: Calibre 1887
Tahun 2010 jadi titik penting dalam sejarah Carrera, sekaligus membawa banyak “pertama kalinya” untuk TAG Heuer. Untuk pertama kalinya, Carrera chronograph tidak lagi bergantung pada movement dari Valjoux, ETA, atau Lemania. TAG Heuer resmi memperkenalkan Calibre 1887, movement yang diproduksi sendiri, sehingga menghapus ketergantungan pada pemasok eksternal.

TAG Heuer Caliber 1887
Source: calibercorner.com
Hadirnya Calibre 1887 ini bisa dibilang seperti menekan tombol reset untuk Carrera. Bukan sebagai evolusi dari model-model sebelumnya, melainkan kembali mengambil inspirasi dari Carrera paling awal tahun 1963.
Elemen desain yang menjadi ikon kesederhanaan dan fungsionalitas Carrera pun dihidupkan kembali: 12 indeks jam sederhana, jarum stainless steel ramping, inner bezel dengan penanda menit dan 1/5 detik (meski Calibre 1887 menunjukkan pembagian 1/4 detik sesuai frekuensi 28,800 VPH), serta case steel dengan lug miring khas Carrera.
Hasilnya, Carrera Calibre 1887 terlihat seolah digambar oleh tangan yang sama dengan Carrera pertama hampir 50 tahun sebelumnya. Perpaduan antara heritage dan modernitas ini berjalan mulus, menjadikan Carrera tetap relevan sebagai ikon.
Namun, TAG Heuer tidak berhenti di situ. Carrera juga dijadikan basis untuk eksplorasi haute horlogerie lewat seri Mikro-platform watches. Dari sini lahirlah berbagai chronograph mekanikal berpresisi ekstrem—bahkan hingga 1/10.000 detik.
2013: Carrera 50th Anniversary

TAG Heuer Carrera “Jack Heuer” Ref. CV2119 (Kiri) & Ref. CAR2C11 (Kanan)
Source: watchclub.com, secondmovement.com
Tahun 2013 jadi momen bersejarah bagi Carrera sekaligus TAG Heuer, karena menandai 50th Anniversary Carrera dan juga pensiunnya Jack Heuer dari jabatan Ketua Kehormatan pada 18 November 2013, tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-81. Untuk menghormati sosok yang melahirkan Carrera, TAG Heuer merilis dua edisi spesial:
-
TAG Heuer Carrera Calibre 17 Jack Heuer Edition (Ref. CV2119)
-
TAG Heuer Carrera Calibre 1887 Chronograph Jack Heuer Edition (Ref. CAR2C11)
2015-2018: Skeleton Dial & Glassbox Case
Tahun 2015, TAG Heuer meluncurkan Carrera Heuer-01, sebuah visi baru di bawah kepemimpinan CEO Jean-Claude Biver. Model ini menggunakan versi modifikasi dari Calibre 1887 (dijuluki Heuer 01) dan memperkenalkan desain case modular dengan dial skeleton terbuka. Setahun kemudian, hadir beberapa model tambahan seperti Blue Touch Edition dan versi 43mm dengan dial lebih tradisional.
Namun, setelah movement Heuer 01 dihentikan pada 2018, lini Carrera skeleton dial direvisi menggunakan Heuer 02 movement. Mesin ini menawarkan konfigurasi klasik 3-6-9 dengan tanggal di posisi pukul 6. Menariknya, dalam seri baru ini juga lahir GMT chronograph, yang menjadi GMT pertama dari Heuer sejak era Autavia di pertengahan 1980-an.
Di saat bersamaan, TAG Heuer juga merilis seri Carrera heritage-style yang terinspirasi semangat re-edition 1996. Semua model ini menggunakan case 39mm dengan kristal cembung bergaya vintage yang disebut glassbox. Desain ini pertama kali muncul di Carrera Calibre 18 Telemeter (2015), dengan dial putih dan sub-register kontras.

TAG Heuer x Hodinkee Carrera “Skipper”
Source: hypebeast.com
Eksperimen dengan glassbox terus berlanjut. Pada musim panas 2017, TAG Heuer meluncurkan dua limited edition berbasis glassbox, keduanya dengan Calibre 18:
-
TAG Heuer x Hodinkee “Skipper” tribute
-
TAG Heuer x Revolution “Blue Dreamer.”
Lalu pada November 2018, glassbox Carrera beralih dari dua ke tiga register lewat kolaborasi TAG Heuer x Fragment Design bersama Hiroshi Fujiwara, model pertama glassbox yang ditenagai Heuer 02. Desainnya terinspirasi Carrera serba hitam dari akhir 1960-an.
2020: TAG Heuer 160 Years Anniversary

TAG Heuer Carrera “160 Years Anniversary” (Ref. CBK221B.FC6479)
Source: tagheuer.com
Di tahun 2020, TAG Heuer merayakan 160 tahun berdirinya brand dengan merilis beberapa model Carrera spesial. Salah satunya adalah TAG Heuer Carrera 160 Years Anniversary Limited Edition (Ref. CBK221B.FC6479), yang menghadirkan kembali gaya klasik Carrera dengan sentuhan modern. Ada juga Carrera 160 Years Silver, sebuah homage yang menyalin keanggunan simpel dari model orisinal tahun 1963.
Selain itu, TAG Heuer juga memperkenalkan Carrera Sport Chronograph, jam tangan yang terinspirasi dari Carrera pertama, tapi dengan karakter modern yang lebih tegas. Semua rilisan spesial ini ditenagai oleh Calibre Heuer 02, movement in-house modern yang lahir dari pengalaman panjang TAG Heuer dalam dunia chronograph.
2023: Carrera 60th Anniversary

TAG Heuer Carrera “60th Anniversary” (Ref. CBK221H.FC8317)
Source: tagheuer.com
Di tahun 2023, TAG Heuer merayakan ulang tahun ke-60 Carrera dengan meluncurkan Carrera 60th Anniversary Panda (Ref. CBK221H.FC8317). Model ini langsung jadi pusat perhatian di ajang LVMH Watch Week, karena desainnya yang memadukan nuansa klasik Carrera era 1960-an dengan finishing modern yang elegan.
TAG Heuer Carrera adalah ikon estetika dan teknis di dunia jam tangan. Kombinasi desain modern dan fungsionalitas membuat Carrera selalu berkelas. Anda tertarik memiliki jam tangan ini? Temukan model Carrera incaran Anda di Oneluxe.
Baca juga: Sejarah TAG Heuer, Tetap Relevan dari Dulu Hingga Kini
Referensi
“Jack Heuer: The Man behind the Carrera | TAG Heuer Official Magazine.” TAG Heuer Official Magazine, 19 Nov. 2023, https://magazine.tagheuer.com/en/2023/11/19/jack-heuer-the-man-behind-the-carrera/.
“Neo-Vintage: How the TAG Heuer Carrera Re-Edition Changed Everything | TAG Heuer Official Magazine.” TAG Heuer Official Magazine, 25 Oct. 2021, https://magazine.tagheuer.com/en/2021/10/25/neo-vintage-how-the-tag-heuer-carrera-re-edition-changed-everything-1996/.
“A Date with Time: 60 Years of TAG Heuer Carrera, 6 Key Milestones | TAG Heuer Official Magazine.” TAG Heuer Official Magazine, 7 July 2023, https://magazine.tagheuer.com/en/2023/07/07/a-date-with-time-60-years-of-tag-heuer-carrera-6-key-milestones/.
“Everything You Need to Know about the TAG Heuer Carrera | TAG Heuer Official Magazine.” TAG Heuer Official Magazine, 24 Sept. 2024, https://magazine.tagheuer.com/en/2024/09/24/everything-you-need-to-know-about-the-tag-heuer-carrera/.
Club, The. “The TAG Heuer Carrera Story | The Watch Collectors’ Club.” The Watch Collectors’ Club, https://www.thewatchcollectorsclub.com/blog/the-tag-heuer-carrera-story/.
de Burton, Simon. “60 Years of the Carrera: A History of Tag Heuer’s Iconic Sports Chronograph.” Oracle Time, 6 Sept. 2023, https://oracleoftime.com/60-years-of-the-carrera-a-history-of-tag-heuers-iconic-sports-chronograph/.
Goulard, Brice. “TAG Heuer Carrera - The Story of an Iconic 55-Year-Old Chronograph - Monochrome Watches.” Monochrome Watches, 7 Dec. 2018, https://monochrome-watches.com/tag-heuer-carrera-the-story-of-a-55-year-iconic-chronograph/.
Time+Tide. “The TAG Heuer Carrera - an in-Depth History.” Time+Tide Watches, 6 Mar. 2023, https://timeandtidewatches.com/depth-history-tag-heuer-carrera/.
Sign in * Mandatory fields Email Address * 241 characters max Ex.: exampletagheuer.com Password * 50 characters max Your password Show/Hide password By logging into my account, I. “Vintage TAG Heuer Carrera Collection | TAG Heuer ®.” TAG HeuerTAG HeuerTAG HeuerTAG HeuerTAG HeuerTAG Heuer, https://www.tagheuer.com/us/en/vintage-collection/vintage-tag-heuer-carrera.html.

