LONGINES adalah salah satu produsen jam tangan mewah paling sukses dan tertua di dunia. Pengalaman selama hampir 2 abad, membuat brand ini banyak diandalkan dalam dunia aviasi, dan juga berbagai cabang olahraga seperti kompetisi berkuda, balap, diving, hingga ski alpine.
Sejarah dan evolusi yang panjang, membuat pencapaian brand ini menarik untuk diulas. Mulai dari awal terbentuknya LONGINES, sampai beragam evolusi teknologi jam-nya, simak ulasan lengkapnya di artikel ini!
Asal Usul Berdirinya LONGINES
Awal Mula Berdiri

Source: longines.com
Pendiri LONGINES – Auguste Agassiz (Kiri) & Ernest Francillon (Kanan)
Semua cerita harus berawal dari suatu tempat, dan bagi LONGINES, sejarahnya berawal di pegunungan Saint-Imier, Swiss. Tepatnya tahun 1832, Auguste Agassiz, bersama dengan Henri Raiguel dan Florian Morel, mendirikan workshop jam tangan. Komponen-komponen jam tangan dibuat di rumah para watchmakers, lalu kemudian dirakit di workshop.
Pada tahun 1846, dua rekan Auguste Agassiz memutuskan untuk pensiun dari industri jam tangan. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1852, Ernest Francillon — sepupu Agassiz yang memiliki latar belakang ekonomi — bergabung ke dalam perusahaan. Sebagai seorang ekonom yang memahami dunia horologi dengan baik, Francillon bertanggung jawab atas sejumlah keputusan penting untuk LONGINES.
Meskipun Auguste Agassiz masih tercatat sebagai rekan bisnis, kesehatannya yang mulai menurun membuat Francillon mengambil peran yang semakin besar dalam operasional perusahaan. Hingga akhirnya, setelah Agassiz wafat pada tahun 1877, Francillon resmi mengambil alih kendali penuh atas LONGINES.
Pendirian Pabrik

Source: longines.com
Pabrik LONGINES di Tahun 1867 (Kiri) & Tahun 1911 (Kanan)
Di bawah kendali Ernest Francillon, berdirilah pabrik produksi pertama tahun 1867. Lokasinya di selatan Saint Imier dan dikenal sebagai Es LONGINES (artinya padang rumput panjang) yang jadi asal muasal nama baru perusahaan: LONGINES. Untuk membantu memimpin pabrik barunya, Ernest Francillon menunjuk seorang insinyur berbakat bernama Jacques David sebagai Technical Director LONGINES.
Satu dekade berikutnya, David dikirim ke Amerika Serikat untuk menghadiri World’s Fair 1876 di Philadelphia, di mana ia mempelajari sistem produksi jam tangan yang sudah lebih maju di sana. Hasil perjalanannya kemudian dirangkum dalam sebuah laporan setebal 108 halaman yang berisi analisis mendalam tentang cara kerja industri jam tangan Amerika.
Setelah kembali ke Swiss, LONGINES mulai menerapkan berbagai strategi dan inovasi yang ia pelajari dari sana. Hasilnya, LONGINES dengan cepat berkembang menjadi salah satu pelopor produksi jam tangan secara industrial di Swiss.
Pendaftaran Merek dan Trademark
Francillon terbukti menjadi pelopor dalam melindungi produknya dari pemalsuan. Ia memastikan bahwa setiap jam tangan yang keluar dari pabrik LONGINES diukir dengan nomor seri unik, serta mencantumkan nama dagang LONGINES dan logo khasnya, “winged hourglass”.

Source: longines.com
Logo Pertama 1867 (Kiri), Logo Sekarang (Kanan)
Begitu undang-undang perlindungan merek dagang diberlakukan di Swiss pada tahun 1880, Francillon langsung mendaftarkan mereknya secara resmi. Lalu pada tahun 1889, ia kembali mengambil langkah penting dengan memperkenalkan nama LONGINES dan logo winged hourglass di Federal Office of Intellectual Property (OFPI) yang baru dibentuk saat itu.
Ketika United International Bureaux — cikal bakal dari World Intellectual Property Organization (WIPO) — didirikan, Francillon pun memperluas perlindungan mereknya hingga ke pasar internasional. Menariknya, logo LONGINES dengan simbol jam pasir bersayap ini diakui oleh WIPO sebagai logo aktif tertua di dunia yang belum pernah berubah hingga sekarang.
Milestone Perkembangan Jam Tangan LONGINES
Dengan sejarah panjang, LONGINES sukses menciptakan berbagai macam jam tangan dengan teknologi, fitur, dan komplikasi yang inovatif. Berikut milestone berbagai teknologi jam LONGINES dari tahun ke tahun:
1878 – Chronograph Pocket Watch Pertama

Source: longines.com
Caliber 20H
Caliber 20H merupakan mekanisme pertama yang dibuat oleh LONGINES untuk mengatur waktu dengan presisi tinggi. Mesin ini menjadi tonggak penting karena menandai awal keterlibatan LONGINES dalam dunia timekeeping profesional. Menariknya, beberapa stopwatch yang menggunakan Caliber 20H tercatat sudah digunakan di arena pacuan kuda Amerika pada tahun 1880-an.
1908 – Dual Time Zone
Pada awal abad ke-20, LONGINES memproduksi pocket watch pertama dengan dua zona waktu. Timepiece ini dilengkapi dengan dua jarum jam dan menit yang berfungsi untuk menampilkan dua waktu berbeda secara bersamaan. Desain ini awalnya dibuat khusus untuk kota Konstantinopel (sekarang Istanbul), agar pengguna bisa dengan mudah mengkonversi waktu Turki ke waktu Barat.
1910 – Stopwatch 1/10 Detik
Pada tahun 1910, LONGINES memperkenalkan stopwatch pertama yang mampu mengukur hingga sepersepuluh detik, dengan frekuensi tinggi sebesar 36,000 beats per hour.
1911 – Jam Tangan Chronograph Pertama
Salah satu chronograph pertama di dunia yang dibuat khusus untuk pilot Rusia juga lahir dari LONGINES. Jam tangan ini menggunakan kaliber 19.73N, sebuah movement presisi tinggi yang diperkenalkan pada tahun 1911.
1912 – Electromechanical Timer
Sistem elektromekanik pengatur waktu olahraga pertama juga menjadi salah satu inovasi penting dari LONGINES. Perangkat ini dirancang untuk menandai waktu start hingga finish secara otomatis, menghadirkan akurasi yang jauh melampaui metode manual pada masanya.
Teknologi ini pertama kali diperkenalkan di Federal Gymnastics Festival di Basel, di mana sistemnya bekerja dengan cara sederhana tapi cerdas: saat atlet melewati garis dan memutuskan kawat, mekanisme tersebut secara otomatis mengaktifkan atau menghentikan penghitung waktu.
1913 – Calibre 13.33Z

Source: vintagewatchleader.com
LONGINES 13.33Z Yellow Gold (Circa 1920)
Pada tahun 1913, LONGINES merilis kaliber chronograph berukuran compact pertama untuk jam tangan, yaitu Calibre 13.33Z dengan diameter hanya 29 mm. Caliber ini kemudian menjadi blueprint bagi chronograph modern.
Amelia Earhart, pilot wanita pelopor asal Amerika Serikat, mengenakan model LONGINES serupa yang menggunakan kaliber ini saat melakukan dua penerbangan lintas Atlantik-nya pada tahun 1928 dan 1932.

Source: longines.com
Amelia Earhart
1916 – Stopwatch 1/100 Detik
Pada tahun 1916, LONGINES merilis stopwatch pertama yang mampu mengukur waktu hingga seperseratus detik (1/100 detik), berkat mesin berfrekuensi sangat tinggi, yaitu 360,000 beats per hour, sekaligus mengalahkan inovasi LONGINES sendiri 6 tahun lalu.
1925 – Dual Time Zone (UTC), Independen Pushers, dan Fungsi Flyback

Source: horbiter.com
LONGINES GMT Zulu Time (Circa 1925)
Pada tahun 1925, LONGINES merilis jam tangan pertama yang mengindikasikan dua zona waktu. Timepiece ini awalnya digunakan oleh operator radio di kapal laut untuk membantu mereka mengonversi waktu lokal ke waktu universal (UTC+0 atau Zulu time) menggunakan jarum jam tambahan.
Selain itu, jam ini juga memiliki dua tanda berbentuk irisan merah pada dial-nya yang menunjukkan periode “radio silence”, yaitu waktu khusus di mana semua transmisi harus dihentikan untuk memberi prioritas pada panggilan darurat.

Source: wikiwand.com
LONGINES Flyback Chronograph (Circa 1928)
Pada tahun yang sama, LONGINES juga memperkenalkan jam tangan chronograph pertama dengan pusher independen yang dilengkapi fungsi flyback. Fungsi flyback memungkinkan pengguna untuk mereset dan memulai pengukuran waktu baru hanya dengan satu kali tekan tombol, tanpa harus menghentikan chronograph terlebih dahulu. Inovasi ini sangat berguna untuk mengukur tahapan penerbangan dan memulai perhitungan baru saat pesawat melaju dengan kecepatan tinggi.
1928 – Weems Second Setting

Source: hodinkee.com
Philip van Horn Weems
Pada tahun 1928, kolaborasi antara LONGINES dan Philip van Horn Weems, seorang perwira Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) sekaligus ahli navigasi terkenal, melahirkan The LONGINES Weems Second-Setting Watch.

Source: loupethis.com
LONGINES Weems Second Setting Watch (Circa 1944)
Jam tangan ini dilengkapi dengan inner rotating dial yang memungkinkan penggunanya untuk menyesuaikan waktu secara presisi dengan sinyal waktu radio. Fitur ini sangat krusial bagi navigator dan pilot yang membutuhkan ketepatan absolut dalam menghitung posisi dan arah selama penerbangan atau pelayaran. Tak heran, Weems Second-Setting Watch kemudian menjadi timepiece favorit para navigator dan aviator profesional di masanya.
1931 – Lindbergh Hour Angle
Pada tahun 1931, Lindbergh Hour Angle Watch diperkenalkan sebagai jam tangan pertama dengan engraved rotating bezel yang dirancang untuk membantu pilot menghitung posisi geografis mereka secara akurat. Jam tangan ini digunakan bersama sextant dan nautical almanac, memungkinkan para pilot menentukan posisi geografis berdasarkan bintang.

Source: zeitauktion.com
LONGINES Lindbergh Hour Angle (Circa 2000)
Timepiece yang dalam bahasa Jerman disebut Stundenwinkel (Hour Angle) ini terinspirasi dari pencapaian luar biasa Charles A. Lindbergh, pilot Amerika yang berhasil menyeberangi Samudra Atlantik tanpa henti pada tahun 1927.

Source: longines.com
Charles A. Lindbergh
1938 – Mushroom-Shaped Pushers Chronograph
Pada tahun 1938, LONGINES memperkenalkan chronograph tahan air pertama di dunia, yang dilengkapi dengan pusher berbentuk “jamur”, yang dirancang khusus untuk menjaga agar air tidak masuk ke dalam mekanisme.
1942 – Calibre 13ZN12
Debut Calibre 13ZN12 menandai evolusi baru dari Calibre 13ZN legendaris, menghadirkan cara inovatif untuk menghitung menit yang telah berlalu pada sebuah chronograph. Berbeda dari desain chronograph konvensional yang menggunakan sub-dial kecil untuk menghitung menit, 13ZN12 menampilkan jarum merah besar di tengah untuk menunjukkan elapsed 60 minutes secara langsung.

Source: loupethis.com
LONGINES Chronograph 13ZN12 (Circa 1940s)
Pendekatan ini membuat waktu jauh lebih mudah dibaca dan intuitif, terutama bagi pilot dan profesional yang membutuhkan visibilitas cepat. Sementara itu, sub-dial di sisi kanan dial berfungsi sebagai penghitung 12 jam (12-hour counter), menjadikan tata letak jam ini lebih fungsional sekaligus elegan.
1945 – Photoelectric-Cell-Based Light Beam Barrier
Perangkat penghalang sinar cahaya berbasis sel fotolistrik menjadi salah satu inovasi revolusioner LONGINES dalam dunia pengukuran waktu di dunia olahraga. Setelah melalui serangkaian uji coba pada tahun 1937, LONGINES mulai menggunakan teknologi ini untuk perlombaan ski di Montana.
Sistem ini menggantikan metode lama yang menggunakan broken-wire system. Cara kerjanya pun jauh lebih canggih — ketika atlet melewati garis dan memutus sinar cahaya, perangkat tersebut secara otomatis mengaktifkan atau menghentikan chronograph tanpa keterlambatan reaksi manusia.
1949 – Chronocamera

Source: revolutionwatch.com
LONGINES Chronocamera
Sesuai namanya, Chronocamera mampu bereaksi seketika terhadap sinyal start, lalu memotret dan mencatat waktu secara visual hanya dalam 4 detik. Sistem ini tidak hanya merekam urutan dan jumlah peserta yang start dan finish, tetapi juga mencatat jam, menit, detik, hingga seperseratus detik (1/100) dengan akurasi luar biasa.
1953 – Chronocinegines

Source: watchviews.com
LONGINES Chronocinegines
LONGINES Chronocinegines adalah sistem inovatif untuk pengukuran waktu di garis finish yang menggabungkan kamera 16mm dengan jam berbasis quartz berpresisi tinggi. Perangkat canggih ini menghasilkan rangkaian frame setiap seperseratus detik (1/100 detik), menampilkan posisi para atlet tepat saat mereka melintasi garis finish. Dengan begitu, para juri dapat menentukan siapa yang benar-benar finis lebih dulu secara objektif dan akurat.
1954 – LONGINES Conquest

Source: timeandwatches.com
Iklan LONGINES Conquest Tahun 1954
Pada tahun 1954, LONGINES memperkenalkan koleksi pertamanya, yaitu LONGINES Conquest. Nama Conquest secara resmi didaftarkan di Swiss pada 3 April 1954, menjadikannya product family pertama yang dibentuk secara resmi oleh LONGINES. Koleksi ini menandai era baru bagi brand, di mana LONGINES mulai mengelompokkan model-modelnya ke dalam lini produk dengan identitas dan karakter tersendiri — sebuah pendekatan yang sering kita lihat pada brand-brand jam tangan swiss-made.
1956 – Contifort & Chronotypogines

Source: townandcountrymag.com
Sistem Contifort yang digunakan pada event balapan kuda
Contifort merupakan sistem revolusioner yang dikembangkan oleh LONGINES untuk merekam posisi atlet di garis finish dengan presisi tinggi. Teknologi ini mampu mencetak posisi atlet dalam waktu dan ruang, memberikan data akurat hingga seperseratus detik (1/100 detik).
Di tahun yang sama, LONGINES juga memperkenalkan Chronotypogines, sebuah printer double-track berpresisi tinggi yang merekam waktu pada pita kertas. Perangkat ini menampilkan jam, menit, detik, persepuluh, hingga seperseratus detik, dan bahkan mampu mengestimasi hingga seperseribu detik (1/1000 detik). Chronotypogines juga telah disertifikasi oleh Neuchâtel Observatory, membuktikan akurasinya yang luar biasa.
1957 – LONGINES Flagship

Source: thenostalgiashop.co.uk
Iklan LONGINES Flagship Tahun 1957
Pada tahun 1957, LONGINES meluncurkan koleksi produk keduanya, yaitu Flagship. Koleksi Flagship ini memiliki ciri khas unik berupa medali dengan ukiran kapal layar (caravel) di bagian caseback, simbol yang merepresentasikan semangat petualangan dan keanggunan abadi.
1959 – Legend Diver & Caliber 360
Pada tahun 1959, LONGINES memperkenalkan jam tangan diver pertamanya yang mampu bertahan hingga kedalaman 120 meter. Jam ini dilengkapi bidirectional inner disc yang dioperasikan melalui second crown.

Source: stockx.com
LONGINES Legend Diver (Ref. 7042) Tahun 1959
Desain unik ini membuat bezel berada di bagian dalam case, sehingga lebih terlindungi dari benturan atau hambatan di bawah air. Model legendaris ini kini dikenal sebagai LONGINES Legend Diver.
Di tahun yang sama, LONGINES juga memperkenalkan jam tangan kronometer berfrekuensi tinggi pertama di dunia, menggunakan Calibre 360 yang bergetar pada 36.000 beats per hour. Mesin luar biasa ini membuktikan keunggulannya dengan menyabet posisi pertama dan kedua dalam kompetisi jam paling akurat di Observatorium Neuchâtel tahun 1961.
1967 – Ultra-Chron

Source: vintage-wristwatches.co.uk
Iklan LONGINES Ultra-Chron Tahun 1967
Dikenal dengan nama Ultra-Chron, jam tangan ini bahkan lebih akurat daripada chronometer standar pada masanya. Dengan frekuensi tinggi mencapai 36.000 beats per hour, Ultra-Chron menawarkan akurasi luar biasa hingga “satu menit per bulan”, atau setara dengan sekitar dua detik per hari. Terinspirasi dari Calibre 360, LONGINES menciptakan Ultra-Chron sebagai alternatif mekanis berpresisi tinggi di tengah munculnya tren jam elektronik pada era 1960-an.
1969 – First Quartz-Controlled Wristwatch

Source: europastar.com
Iklan LONGINES Ultra-Quartz Tahun 1969
Ultra-Quartz merupakan jam tangan paling akurat yang pernah dibuat LONGINES pada masanya. Berbeda dari model mekanis sebelumnya, jam ini menggunakan mesin quartz buatan LONGINES sendiri, hasil dari penelitian dan pengembangan internal brand tersebut.
1979 – Feuille d’Or

Source: grailium.com
LONGINES Feuille d’Or Vintage (Circa 1979)
Feuille d’Or (yang berarti Gold Leaf) merupakan jam tangan quartz ultra-tipis dari LONGINES, dengan ketebalan hanya 1,98 mm — menjadikannya salah satu jam tangan paling tipis di dunia pada saat itu.
1983 – Bergabung Swatch Group
Meskipun bukan bagian dari inovasi teknologinya, perlu dicatat bahwa pada tahun 1983, LONGINES resmi bergabung dengan Swatch Group — grup horologi terbesar di dunia yang juga menaungi brand-brand besar seperti Omega, Breguet, dan Tissot.
1992 – La Grande Classique

Source: oldtimer.watch
La Grande Classique de LONGINES (Circa 1990s)
La Grande Classique de LONGINES diperkenalkan pada tahun 1992 sebagai ikon jam tangan elegan dan ultra-tipis dari brand tersebut. Model ini dikenal dengan case berbentuk bulat klasik yang dipadukan dengan desain lugs unik dan ramping.
1997 – DolceVita

Source: safhot.shop
Iklan LONGINES berkolaborasi dengan Audrey Hepburn, Memperlihatkan jam tangan LONGINES DolceVita
LONGINES DolceVita diperkenalkan pada tahun 1997 sebagai koleksi dengan desain case persegi panjang yang ikonik. Inspirasi desainnya datang dari model rectangular LONGINES tahun 1920-an, era di mana gaya Art Deco mendominasi dunia horologi. Nama DolceVita sendiri diambil dari ungkapan Italia “la dolce vita” yang berarti “kehidupan manis”.
2005 – Master Collection

Source: hodinarstvibechyne.cz
LONGINES Master Collection L2.673.4.78.3
Hadirnya jam tangan LONGINES Master Collection menandai kembalinya LONGINES ke akar tradisi horologi klasiknya. Koleksi ini sepenuhnya terdiri dari jam tangan dengan movement mekanik.
2010 – Quantum Timer

Source: revolutionwatch.com
LONGINES Quantum Timer
Quantum Timer merupakan perangkat pengukur waktu paling mutakhir yang pernah dikembangkan oleh LONGINES, dengan kemampuan luar biasa untuk mengukur waktu hingga sepersejuta detik (1/1.000.000 detik).
2020 – Spirit Collection

Source: monochrome-watches.com
LONGINES Spirit Collection 2020
LONGINES Spirit Collection diluncurkan pada tahun 2020, sebagai penghormatan terhadap para perintis penerbangan dan penjelajah legendaris yang dulu mengandalkan jam tangan LONGINES dalam misi-misi bersejarah mereka.
Dunia Olahraga
LONGINES memiliki hubungan yang sangat erat dengan dunia olahraga, khususnya dalam hal pengukuran waktu di berbagai ajang bergengsi internasional. Berikut beberapa di antaranya:
Equestrian

Source: windingritual.com
Yang pertama, di dunia Equestrian (pacuan dan olahraga berkuda). Pada tahun 1912, LONGINES menandatangani kemitraan resmi pertamanya dengan ajang show jumping di Lisbon, Portugal.
Selama lebih dari satu abad setelahnya, berbagai kompetisi equestrian internasional telah mengandalkan akurasi dan keandalan sistem pengukuran waktu Longines, mulai dari show jumping hingga dressage dan eventing.
Sejak tahun 2013, LONGINES secara resmi menjadi Official Timekeeper dan Official Watch untuk Fédération Equestre Internationale (FEI), organisasi tertinggi dunia equestrian.
Skiing

Source: longines.com
Untuk Alpine Skiing, keterlibatan Longines dimulai sejak tahun 1924, ketika brand ini menjadi time keeper resmi untuk lomba ski pertamanya di Swiss. Beberapa tahun kemudian, stopwatch buatan Saint-Imier digunakan untuk mengukur waktu di ajang World Ski Championship di Chamonix, Prancis. Sejak tahun 2006, LONGINES telah menjadi Official Main Partner dan Official Timekeeper untuk Federation Internationale de Ski (FIS), federasi ski internasional.
Formula 1
Longines juga memiliki hubungan yang kuat dengan dunia Formula 1 dan balap mobil. Pada tahun 1949, Longines memperkenalkan Chronocamera, sebuah perangkat pengukur waktu otomatis berpresisi tinggi. Setahun kemudian, Federation Internationale de l’Automobile (FIA) secara resmi mengesahkan teknologi tersebut pada tahun 1950 — bertepatan dengan musim perdana Formula 1.
Di tahun yang sama, Longines menjadi official timekeeping untuk Grand Prix de Monaco, salah satu balapan paling bergengsi di dunia. Faktanya, keterlibatan Longines di dunia otomotif sudah dimulai sejak tahun 1930-an, ketika mereka sudah menjadi time keeper untuk berbagai ajang “Grand Prix”, sebelum istilah Formula 1 resmi digunakan.

Source: longines.com
Grand Prix Italia di Monza 1986: Stefan Johansson (Swedia) dengan Mobil Ferrari-nya
Memasuki awal 1980-an, Longines kembali berinovasi dengan mengembangkan sistem timekeeping baru yang mampu melacak waktu setiap pembalap secara individual — sebuah teknologi yang kemudian diadopsi oleh FIA dan menjadi standar di dunia balap modern.
Longines juga pernah menjabat sebagai Official Timekeeper untuk seluruh ajang Formula 1 dari tahun 1982 hingga 1992, memperkuat reputasinya sebagai pelopor dalam pengukuran waktu berpresisi tinggi di dunia motorsport.
Setiap teknologi yang dikembangkan oleh Longines — baik untuk koleksi jam tangan mewah, dunia aviasi, penggunaan sehari-hari, hingga sistem pengukuran waktu (timekeeping) di berbagai cabang olahraga — selalu melampaui fungsi utama sebuah timepiece.

Source: longines.com
Bagi Longines, jam tangan bukan sekadar alat penunjuk waktu, tetapi juga perpaduan antara inovasi, presisi, dan kisah legendaris di balik setiap koleksinya. Dari model bersejarah hingga desain modern, setiap detail mencerminkan warisan craftsmanship Swiss yang elegan dan tak lekang oleh waktu.
Kini, tersedia berbagai koleksi jam tangan Longines untuk pria dan wanita yang memancarkan gaya klasik, keanggunan, dan ketepatan abadi. Tertarik menjadi salah satu pemilik koleksi terbaik dari brand ikonik asal Swiss ini? Dapatkan jam tangan mewah Longines original hanya di Oneluxe — tempat di mana prestise dan elegansi berpadu sempurna.
Baca juga: 6 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan pada Jam Tangan Mewah Anda!
Referensi
“An Inspiring Legacy.” Logo1867, 10 Oct. 2025, https://www.longines.com/en-us/magazine/pioneer-spirits/.
“Milestones Supporting Pioneers Pilots | Pioneer Spirit | LONGINES US.” Longines, https://www.longines.com/en-us/magazine/pioneer-spirits/milestones-supporting-pioneers-pilots/.
Watches, Bobs. “Is Longines a Luxury Brand? Expert Watch Analysis.” Bob’s Watches, https://www.bobswatches.com/longines/history-longines-watches.
Korp, Barbara. "The History of Longines: Pioneering Spirit", 28 Aug. 2024, https://www.chrono24.co.id/magazine/the-history-of-longines-pioneering-spirit-p_137793/.
“History of Longines Watches.”, https://www.jurawatches.co.uk/pages/longines-watches-history.
Us, Contact. “Longines Watches Guide.” Teddy Baldassarre, 8 July 2024, https://teddybaldassarre.com/en-int/blogs/watches/longines-watch-review.

