IWC Schaffhausen adalah perusahaan jam tangan yang memadukan craftsmanship Swiss dan teknologi manufaktur Amerika canggih. IWC mungkin terkenal dengan jam tangan pilot klasiknya. Namun, ada model yang tak kalah penting dalam perjalanan sejarah IWC, yakni IWC Ingenieur.
Tahukah kamu kalau desain IWC Ingenieur juga termasuk salah satu “sentuhan magis” Gérald Genta? Walaupun Genta lebih dikenal lewat masterpiece ikoniknya seperti Royal Oak (Audemars Piguet) dan Nautilus (Patek Philippe), ternyata ia juga meninggalkan jejak besar di lini Ingenieur. Karya Genta inilah yang merevolusi desain Ingenieur hingga jadi seperti yang kita kenal sekarang.
Jadi, bagaimana sebenarnya cerita awalnya? Yuk kita lihat bersama perjalanan evolusi model yang sudah berumur lebih dari 70 tahun ini!
1954 - 1967: Generasi Pertama
Ingenieur pertama lahir pada tahun 1954/1955. Jam ini merupakan sebuah tribute untuk para insinyur pasca-perang — para profesional teknis yang dengan cepat mengadaptasi teknologi militer menjadi aplikasi sipil. Berkat visi mereka, lahirlah inovasi-inovasi yang membuat kehidupan sehari-hari terasa lebih aman dan nyaman.
Jam tangan perdana ini hadir dalam case 36.5mm x 13.2mm berbahan stainless steel, dengan water resistance 100 meter. Fitur utamanya ada pada soft iron cage (lapisan besi lunak yang membungkus movement, termasuk bagian dalam case dan belakang dial), yang mampu melindungi mesin dari medan magnet hingga 80,000 A/m.

IWC Ingenieur Ref. 666 (Circa 1970)
Source: sothebys.com
Ingenieur debut dalam dua varian elegan: Ref. 666 A (Automatic), dan Ref. 666 AD (Automatic Date). Keduanya tersedia dengan dial hitam atau silver, dilindungi plexiglass crystal.
Sebagai mesin-nya IWC menggunakan automatic in-house Calibre 852 (tanpa tanggal), atau Calibre 8521 (dengan tanggal). Kedua movement ini sudah dilengkapi sistem winding inovatif khas IWC: Pellaton pawl-winding system, ciptaan Albert Pellaton (1898–1976).

Albert Pellaton, Technical Director IWC dari tahun 1944 - 1966
Source: monochrome-watches.com
Pellaton sendiri berasal dari keluarga pembuat jam, pernah bekerja di Vacheron Constantin sebelum bergabung dengan IWC pada 1944 sebagai Technical Director. Selain itu, movement ini juga punya Breguet balance spring yang bisa self-compensating, precision adjustment index, dan beroperasi di frekuensi 19,800 vph.
Pada akhir 1950-an hingga pertengahan 1960-an, calibre 852/8521 ditingkatkan menjadi cal. 853/8531 untuk Ingenieur Ref. 666/766 (1959–1967). Di periode ini, IWC mulai memperkenalkan variasi dial, termasuk beberapa model dengan cyclops lens di atas tanggal. Bracelet pun semakin beragam: dari stainless steel (buatan Gay-Frères), gold, hingga two-tone.
1967 - 1976: Generasi Kedua
Pada era Ingenieur generasi kedua, IWC mulai menggunakan movement calibre 854B dan 8542B. Kedua mesin ini sudah memakai Greiner-type collet — yaitu cincin kecil yang dipasang pada balance staff untuk menahan hairspring — sebagai pengganti collet khas IWC yang dipakai sebelumnya.

IWC Ingenieur Ref. 866 A (Circa 1973)
Source: shucktheoyster.com
Movement ini menjadi jantung dari beberapa referensi penting, termasuk Ref. 866 A (Automatic), Ref. 866 AD (Automatic Date), serta Ref. 1908 dan Ref. 1808. Nomor referensi baru ini muncul seiring dengan sistem penomoran yang direvisi oleh IWC pada tahun 1971/72.
Periode tahun 1967 hingga 1976, seri Ingenieur mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi movement maupun desain. Salah satu perubahan paling mencolok terlihat pada model kalender yang kini menggunakan jendela tanggal lebih besar, membuat tampilannya lebih modern dan mudah dibaca.
Case juga sedikit diperbesar menjadi 37mm, dengan water-resistance lebih baik: hingga 120 meter untuk versi stainless steel, atau 60 meter untuk varian gold. Koleksi ini ditawarkan dengan pilihan strap leather atau bracelet yang serasi.
Dari sisi dial, desainnya lebih streamlined dengan pilihan warna yang makin beragam: hitam, biru, silver, hingga gilt brushed finish. Meski ada banyak penyegaran, ciri khas anti-magnetis tetap dipertahankan sebagai DNA utama Ingenieur.
1976 - 1984: Ingenieur SL

Gerald Genta
Source: watchesbysjx.com
Tahun 1976, IWC memperkenalkan Ingenieur SL dengan Ref. 1832. “SL” adalah singkatan dari Steel Line. Dan yang bikin spesial, desainnya dikerjakan langsung oleh legenda horologi: Gérald Genta. Yes, nama yang juga ada di balik masterpiece seperti Patek Philippe Nautilus, Audemars Piguet Royal Oak, dan Omega Constellation. Sentuhan Genta seolah menandai evolusi berani untuk seri Ingenieur.

IWC Ingenieur SL Ref. 1832 (Circa 1976)
Source: iwc.com
Secara desain, Ingenieur SL Ref. 1832 hadir dengan cushion-shaped case berukuran 40mm x 38mm, dengan tebal 12.5mm. Pada dial, terlihat logo petir khas Ingenieur serta tulisan “SL” di atas indeks jam 6, yang diseimbangkan dengan teks “International Watch Co. Schaffhausen” di bagian atas dial.
Soal ketahanan, jam ini memiliki water-resistance hingga 120 meter dan perlindungan anti-magnetis sampai 80,000 A/m, berkat penggunaan soft iron Faraday cage serta lapisan besi lunak di balik dial. Di dalamnya, jam ini digerakkan oleh movement calibre 8541ES.
Meskipun desain Gérald Genta untuk Ingenieur SL Jumbo Ref. 1832 sangat ikonik, pasar saat itu belum benar-benar menerimanya. Kurang dari 600 unit yang diproduksi dengan automatic movement berbahan steel, dan hanya sekitar 55 unit yang dibuat dalam solid gold.
Sayangnya, minat pembeli rendah, apalagi ketika dunia horologi sedang dilanda gelombang besar Quartz Crisis. Seperti banyak brand lain, IWC akhirnya ikut memasukkan quartz movement ke lini Ingenieur SL. Menariknya, case yang dipakai untuk versi automatic dan quartz tetap sama.

IWC Ingenieur SL Quartz Ref. 3003 (Circa 1979)
Source: arbitro.shop
Hasilnya lahirlah Jumbo Quartz Ref. 3003 (1976–1979) yang menggunakan ETA calibre 2405, lalu disusul Skinny Quartz Ref. 3303 (1980–1984) dengan case lebih tipis (8.8mm) untuk mengakomodasi ETA quartz calibre 2250, serta bracelet baru dengan desain link yang lebih tonjol.
Walaupun quartz menjadi tren dominan, IWC tidak sepenuhnya meninggalkan jam mekanikal. Pada 1982, di tengah krisis quartz, mereka justru merilis Ingenieur Ref. 5215, sebuah pocket watch yang tahan air sekaligus anti-magnet hingga 40,000 A/m.

IWC Ingenieur SL Ref. 3505
Source: hairspring.com
Kemudian, pada periode 1983–1989, IWC memperkenalkan Skinny Ingenieur SL Automatic, dengan case ramping berukuran 34mm x 8.8mm. Model ini tersedia dalam varian stainless steel (Ref. 3505/3506 & 3515/3516) maupun versi gold, menjadikannya salah satu seri transisi yang tetap menjaga eksistensi Ingenieur di tengah masa sulit industri jam tangan.
1989: Ingenieur 500.000 A/M

Günther Blümlein
Source: monochrome-watches.com
Salah satu langkah paling berani dari IWC hadir di bawah kepemimpinan visioner Günther Blümlein. Berbekal pengalaman dari proyek Porsche Compass Watch Ref. 3551 yang anti-magnetic serta jam tangan militer legendaris Ref. 3519 AMAG untuk penyelam ranjau Angkatan Laut Jerman, IWC kembali menargetkan misi ambisius: membawa teknologi kelas militer ke pasar sipil.

IWC Ingenieur 500.000 A/m (Circa 1989)
Source: iwc.com
Hasilnya adalah Ingenieur 500,000 A/m (Ref. 3508/3518), sebuah upaya luar biasa — meskipun secara komersial kurang sukses — untuk mendorong batas ketahanan anti-magnet dalam dunia horologi. Alih-alih mengandalkan Faraday cage, IWC berusaha menciptakan movement yang secara inheren anti-magnetis, yang kemudian melahirkan calibre 37590.
Mesin ini bahkan terbukti mampu menahan medan magnet hingga 3,900,000 A/m dalam uji coba nuclear spin tomography. Namun, tantangan besar muncul saat produksi massal: balance spring berbahan alloy baru ternyata sangat sulit diproduksi secara konsisten. Dari sekitar 100,000 pegas yang dibuat, hanya beberapa ribu yang lolos uji kualitas, terutama uji kestabilan suhu, sehingga setiap spring harus diuji dan dipilih secara manual — sesuatu yang membuat produksi skala besar nyaris mustahil.
Meski demikian, IWC memastikan setiap Ingenieur Automatic 500,000 A/m memenuhi standar kualitas ketat, dengan penanda khusus di dial dan case untuk menegaskan ketahanan luar biasanya terhadap magnet. Namun, karena masalah produksi yang tak kunjung terselesaikan, produksinya akhirnya dihentikan.
Antara tahun 1989 hingga 1993, hanya sekitar 3,000 unit yang berhasil dibuat — bahkan beberapa sumber menyebut hanya 1,500. Model ini hadir dalam stainless steel dengan pilihan bracelet atau leather, beberapa varian dilengkapi bezel yellow gold atau two-tone. Semua versi memiliki water-resistance 120m, kecuali edisi full gold (Ref. 9238/9258) yang tahan hingga 60m. Dari sisi desain, seri 500,000 A/m tetap mempertahankan desain khas “Skinny Ingenieur” dengan ukuran case 34mm, bezel dengan lekukan khas, sapphire crystal, dan date window di posisi jam 3.
1993: Officially Certified Chronometer
Setelah berakhirnya eksperimen ambisius Ingenieur 500,000 A/m, IWC kembali ke formula yang lebih aman dengan mengandalkan Faraday cage untuk menjaga ketahanan anti-magnet hingga 80,000 A/m. Inilah yang melahirkan Ref. 3521 – Ingenieur Officially Certified Chronometer. Model baru ini masih mempertahankan DNA desain khas generasi Skinny Ingenieur, tetapi membawa beberapa update penting.

IWC Ingenieur Ref. 3521
Source: hodinkee.com
Perubahan paling mencolok terlihat pada dial: tulisan “Officially Certified Chronometer” muncul tepat di atas indeks jam 6, menggantikan logo petir yang dihilangkan untuk memberi ruang pada teks tersebut. Selain itu, jendela tanggal kini dilengkapi magnifying lens agar lebih mudah dibaca.
Dari sisi mesin, Ref. 3521 dipersenjatai movement tipis buatan Jaeger-LeCoultre, yakni calibre 887 (1993–1995) dan calibre 8872 (1995–2001), keduanya berdetak pada 28,800 vph, memiliki rotor platinum, serta cadangan daya hingga 40 jam. Produksi Ingenieur Officially Certified Chronometer sendiri berlangsung hanya beberapa tahun sebelum akhirnya dihentikan pada 2002.
Namun, sama seperti Ingenieur SL karya Gérald Genta dan model automatic yang diperkenalkan sejak 1976, seri ini kini dipandang sebagai collector’s item, mengingat total produksi Ingenieur antara 1976 hingga 2002 hanya berjumlah beberapa ribu unit saja.
2005: Kembalinya Ingenieur Automatic

IWC Ingenieur Ref. IW322701 (Circa 2007)
Source: watches-of-switzerland.co.uk
Tahun 2005, IWC memperkenalkan Ingenieur Automatic Ref. 3227, sebuah model baru yang menggabungkan gaya khas era 1970-an rancangan Gérald Genta dengan sentuhan modern awal abad ke-21. Jam ini hadir dengan case stainless steel berdiameter 42.5mm dan tebal 14.5mm, serta tetap mempertahankan ketahanan water-resistant 120m dan anti-magnet hingga 80,000 A/m.
Di dalamnya, IWC menggunakan movement baru calibre 80110, mesin in-house yang dikembangkan khusus dengan fitur quick-correction date, stop-seconds mechanism, berdetak di 28,800 vph, dan dikenal tangguh untuk penggunaan sehari-hari.
Dari sisi tampilan, dial kembali menampilkan logo petir Ingenieur yang ikonik, dengan jendela tanggal tanpa lagi menggunakan lensa pembesar. Indeks jam kini didesain ulang, dengan angka besar di posisi 12 dan 6, serta jarum jam dan menit yang lebih tebal untuk menonjolkan kesan bold.

IWC Ingenieur AMG Titanium Ref. IW322702
Source: swisswatchexpo.com
Bersamaan dengan versi stainless steel, IWC juga meluncurkan edisi khusus untuk merayakan awal kerja sama dengan Mercedes-AMG: Ingenieur Automatic AMG. Model ini menggunakan material titanium ringan dengan opsi integrated bracelet titanium atau strap. Koleksi ini semakin diperkuat dengan kehadiran Ingenieur Chronograph berbahan steel dan Ingenieur Chronograph AMG berbahan titanium, yang semakin menegaskan karakter teknis dan performa tinggi dari lini Ingenieur.
Selain itu, IWC juga menawarkan versi Midsize Ref. 4515 dengan ukuran lebih kecil, yaitu 34mm x 10mm, kemungkinan ditujukan untuk pasar Asia. Model midsize ini menggunakan basis movement ETA 2992 A2, memiliki ketahanan magnetis 4,800 A/m, namun tetap mempertahankan water-resistance hingga 120m.
2007: Big Ingenieur

IWC Big Ingenieur Ref. 5005
Source: watchcharts.com
Pada tahun 2007, IWC menghadirkan Big Ingenieur Ref. 5005 dengan ukuran case besar 45.7mm, menjawab tren global saat itu yang mulai condong ke jam tangan sporty berdiameter besar. Jam ini ditenagai oleh calibre 51113 buatan IWC sendiri, menawarkan power reserve 7 hari, lengkap dengan tampilan tanggal di posisi jam 6 dan subdial indikator cadangan daya di posisi jam 3.
Koleksi Big Ingenieur kemudian berkembang lebih jauh pada 2009 dengan hadirnya Big Ingenieur Chronograph Ref. 3784 yang diproduksi hingga 2012. Model chronograph ini menggunakan movement canggih calibre 89361, sebuah flyback chronograph dengan sistem winding Pellaton, berdetak di 28,800 vph, dan memiliki cadangan daya 68 jam — menjadikannya salah satu varian paling bertenaga dari lini Ingenieur di era modern.
2008: Ingenieur Vintage 1955

IWC Ingenieur Vintage Ref. 3233
Source: watchbase.com
IWC Ingenieur Vintage Ref. 3233 diperkenalkan tahun 2008, dengan case berukuran 42.5mm yang mengambil inspirasi dari desain klasik Ref. 666 (1955) dan Ref. 866 (1967). Desainnya menampilkan stepped bezel, lug runcing, serta jarum jam dan menit bergaya dauphine yang berputar di atas dial dengan indeks batang runcing.
Bagian belakang jam memakai sapphire crystal yang memperlihatkan movement in-house calibre 80111. Tidak seperti pendahulunya, Vintage Ingenieur ini tidak menggunakan inner case soft iron untuk perlindungan anti-magnet.
Awalnya, jam ini dirilis sebagai limited edition platinum, lalu disusul versi reguler dalam stainless steel, rose gold, dan white gold, semuanya dipadukan dengan leather strap. Pada tahun 2013, koleksi Ingenieur Automatic Vintage 1955 resmi dihentikan dari katalog IWC.
2013: Ingenieur 3239
Saat IWC merilis koleksi Ingenieur terbaru pada 2013, lineup ini menghadirkan berbagai model dengan material dan ukuran berbeda, serta penekanan kuat pada penggunaan calibre buatan in-house. Namun, justru Ref. 3239, sebuah model sederhana dengan fungsi time-and-date berbahan stainless steel, yang paling menarik perhatian para watch enthusiast. Alasannya jelas: jam ini menandai kembalinya desain klasik Ingenieur SL 1976 karya Gérald Genta.

IWC Ingenieur Ref. IW323904
Source: watchvault.com.au
Ingenieur Automatic Ref. 3239 hadir dengan case 40mm dan ketebalan 10mm, proporsinya sangat mirip dengan dimensi original SL. Saat diluncurkan, model ini ditawarkan dalam tiga variasi dial: dial silver-plated dengan pilihan hands dan indeks steel atau rose gold, serta versi dial hitam klasik.
Soal performa, jam ini menggunakan IWC Calibre 30110, movement berbasis Sellita SW200/ETA 2892-A2 yang di custom sesuai spesifikasi IWC. Berbeda dengan Vintage 1955 yang dirilis sebelumnya, Ref. 3239 kembali menghadirkan soft iron inner case untuk perlindungan anti-magnet, menguatkan kembali DNA teknis yang sejak awal menjadi ciri khas Ingenieur.
2017: Ingenieur 3570
Tahun 2017, IWC merilis koleksi Ingenieur dengan wajah baru yang terinspirasi desain vintage era pra-SL. Menariknya, model-model ini tidak lagi menampilkan logo Ingenieur di dial maupun soft iron core untuk perlindungan anti-magnet, sebuah pergeseran yang cukup signifikan dari DNA teknis Ingenieur sebelumnya.

IWC Ingenieur Ref. 3570
Source: watchesmaster.ru
Model dasarnya adalah Ingenieur Automatic Ref. 3570, hadir dengan case stainless steel 40mm yang dipadukan dengan pilihan dial silver-plated atau black sunray-brushed, serta varian red gold dengan dial slate-coloured. Pada dial, terdapat jendela tanggal simpel di posisi jam 3, jarum bergaya sword-shaped berisi material lume, serta jarum detik pusat dengan ujung berbentuk panah. Dari sisi performa, jam ini menggunakan calibre 35111 (berbasis Sellita SW300-1), yang menawarkan fitur quick date change, hacking seconds, dan power reserve 42 jam.
2023: Ingenieur Automatic 40
Tahun 2023, IWC akhirnya membawa kembali Ingenieur ke bentuk paling ikoniknya: desain integrated ala era 1970-an karya Gérald Genta, tapi kali ini dengan sentuhan modern yang bahkan bisa dibilang melampaui versi orisinal. Inilah IWC Ingenieur Automatic 40.

IWC Ingenieur Automatic 40
Source: monochrome-watches.com
Model terbaru ini menampilkan pola dial khas yang mudah dikenali, kembali dilengkapi soft iron cage untuk perlindungan anti-magnet, dan dibandingkan dengan model 2013 yang banyak disukai sekaligus disesali, versi 2023 hadir dengan banyak peningkatan—mulai dari ergonomi, finishing, kesan premium, performa mekanis, hingga daya tarik keseluruhan.
Secara dimensi, jam ini tetap setia pada proporsi Ingenieur SL 1976, dengan case 40mm, tebal sekitar 10mm, serta lug-to-lug 45.7mm yang membuatnya terasa sangat pas di pergelangan tangan. Desain round bezel dengan lima slot dan case barrel-shaped tetap dipertahankan, namun kini dipoles dengan proporsi yang lebih refined dan premium.
Koleksi baru ini hadir dalam lima referensi Automatic 40, dibedakan oleh warna dial: Black, Silver, Blue, Aqua, dan Grey—di mana varian Grey eksklusif untuk model titanium, sementara warna lainnya tersedia dalam stainless steel. Di balik dial, jam ini digerakkan oleh calibre 32111, movement otomatis dengan pawl winding system berbasis arsitektur Valfleurier milik Richemont Group, yang menawarkan power reserve impresif hingga 120 jam dalam kondisi full wound.
2025: Ingenieur Automatic 42
Tahun ini, lini Ingenieur kembali mendapat update – hadir dengan case lebih besar dan kini menggunakan material full ceramic. Bukan ceramic biasa, melainkan zirconium oxide ceramic dengan tingkat kekerasan sekitar 1,300 Vickers, yang hanya bisa diproses menggunakan alat setajam berlian atau material yang lebih keras lagi.

IWC Ingenieur Automatic 42 Ceramic Ref. IW338903
Source: iwc.com
Desain dial ikonik dengan grid pattern dihidupkan ulang dalam warna hitam, menampilkan blok garis dan kotak yang bergantian. Untuk menjaga nuansa monokrom, jarum dan indeks aplikasi juga dibuat hitam, namun dilapisi Super-LumiNova agar tetap terbaca dalam kondisi gelap.
Di posisi jam 3 terdapat jendela tanggal dengan latar hitam dan angka putih, sementara logo petir historis Ingenieur kembali hadir di posisi jam 6. Di dalamnya, jam ini ditenagai oleh Calibre 82110 buatan IWC sendiri, sebuah movement yang menjadi peningkatan signifikan dibanding mesin outsourced standar. Movement ini dilengkapi sistem winding Pellaton, berdetak pada frekuensi 4 Hz, dan menawarkan power reserve 60 jam.
Anda baru masuk ke dunia Ingenieurs? Kabar baiknya, tersedia beberapa model IWC Ingenieur asli di Oneluxe untuk Anda koleksi. Pesona IWC Ingenieur memang tak terbantahkan untuk Anda yang tertarik dengan engineering.
Referensi
Peshkov, Denis. “In-Depth: The History of the IWC Ingenieur Collection.” Monochrome Watches, 7 Feb. 2025, https://monochrome-watches.com/in-depth-history-iwc-ingenieur-collection-1955-antimagntic-watch-70th-anniversary-review/.
"The Ingenieur SL from Gérald Genta: A Design for Eternity", https://www.iwc.com/int/en/specials/gerald-genta.html.
Hannay, D. C. “Engineering a Classic: The History of IWC’s Ingenieur.” Time+Tide Watches, 25 Mar. 2023, https://timeandtidewatches.com/engineering-a-classic-the-history-of-iwcs-ingenieur/.
"IWC Schaffhausen History", https://www.iwc.com/int/en/company/history.html.
"Fine engineering from Schaffhausen", https://www.iwc.com/int/en/company/our-story.html.
“IWC Ingenieur SL Reference Guide - The Genta Design (1976-2001).” GOLDAMMER, https://goldammer.me/blogs/articles/reference-guide-iwc-ingenieur-sl.
"The Journal", https://www.iwc.com/int/en/journal/ingenieur.html.

