Tahun 2024 menjadi tahun bersejarah bagi Breitling – genap 140 tahun sejak mulai berdiri pada tahun 1884. Di dunia horologi, jam tangan Breitling tidak hanya terkenal akan ketangguhan dan kehandalan, namun juga kaitannya yang erat dengan dunia aviasi.
Kira-kira fitur inovatif apa saja yang dikembangkan oleh brand asal swiss tersebut, dan bagaimana sejarah Breitling hingga mampu bertahan sampai titik ini? Mari selami perjalanan Breitling lebih dalam dan kenali model-model jamnya yang istimewa!
Awal Mula Breitling Pada Abad ke 18 dan 19
Legacy Leon Breitling

Asal jam tangan Breitling bermula pada tahun 1884, di kota Saint-Imier, Swiss, ketika Léon Breitling, watchmaker asal Swiss, mendirikan workshop dengan nama yang sama. Léon memiliki ambisi besar untuk membuat jam tangan berkualitas tinggi dengan berbagai strategi dan inovasi yang ia lakukan.
Dimulai ketika Léon Breitling memutuskan untuk mengubah bengkel kecilnya menjadi pabrik jam tangan yang sesungguhnya. Pada tahun 1892, Léon memindahkan operasi nya ke La Chaux-de-Fonds, ibu kota industri jam tangan di Swiss, dan dunia.
Awal berdiri, Breitling berfokus pada pembuatan chronograph serta alat untuk kebutuhan scientific dan industrial pada saat itu. Pada awal abad ke-20, beragam chronograph dan timer/stopwatch berkualitas tinggi diciptakan, dan menetapkan standar baru bagi industri. Jam tangan Breitling sangat diminati oleh penggemar olahraga, atlet, dan pelopor aviasi.
Léon tidak pernah berhenti membayangkan ulang dan mengoptimalkan jam tangannya. Baik dalam kehidupan profesional maupun pribadinya, dia menciptakan banyak paten, beberapa di antaranya masih relevan hingga hari ini.
Tahun 1893, Breitling mematenkan sebuah movement dengan power reserve sampai 8 hari. Breitling menciptakan table clock yang dapat beroperasi selama lebih dari seminggu tanpa winding.
Pada tahun yang sama, ia juga memperkenalkan pulsograph, alat untuk mengukur denyut nadi pasien. Penemuan ini, yang dilengkapi dengan skala logaritmik yang ideal, langsung menjadi tools yang sangat berguna bagi para dokter.
Tiga tahun kemudian, Breitling mencapai pencapaian besar lainnya melalui sebuah chronograph dengan akurasi 2/5 detik, sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Dalam waktu kurang dari satu dekade, Breitling berhasil menjual lebih dari 100.000 chronograph dan stopwatch.

Pada tahun 1905, ketika mobil menjadi moda transportasi yang lebih disukai, Breitling mematenkan pocket watch tachymeter alias ‘Vitesse’. Sebagai pendahulu speedometer kendaraan, skala kecepatan yang mudah dibaca ini memperlambat jarum detik untuk berputar satu kali mengelilingi dial dalam empat menit.
Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengukur kecepatan antara 15 hingga 150 km/jam. Jam saku 'Vitesse' ini kemudian digunakan oleh petugas polisi pada tahun 1906 untuk mengeluarkan tiket tilang pertama di Swiss.
The Son Gaston Breitling

Pada tahun 1914, ambisi Léon Breitling diteruskan oleh anaknya, Gaston Breitling. Gaston kemudian menciptakan dua inovasi besar yang membentuk chronograph seperti yang kita kenal sekarang.
Gaston Breitling menciptakan salah satu chronograph pertama yang dikenakan di pergelangan tangan dengan pusher independen pada posisi jam 2. Inovasi ini memisahkan pusher chronograph (yang mengontrol tiga fungsi chronograph: “start,” “stop,” dan “reset ke nol”) dari crown.

Ide brilian ini tidak hanya membuat penggunaan chronograph menjadi lebih mudah, tetapi juga membantu mencegah kesalahan dengan memisahkan fungsi start dari tindakan apapun pada crown.
Breitling semakin menyempurnakan sistem kontrol chronograph-nya pada tahun 1923, dengan memindahkan fungsi "reset-to-zero" kembali ke crown, sementara fungsi "start/stop" tetap berada pada pusher di posisi jam 2.
Inovasi ini, yang dipatenkan, memungkinkan pengguna untuk menambah beberapa waktu berturut-turut tanpa harus mengatur ulang jarum ke nol, baik untuk menghitung waktu dalam kompetisi olahraga, proses ilmiah, maupun penerbangan.
The GrandSon Willy Breitling

Tahun 1932, Willy Breitling yang baru berusia 19 tahun, mengambil alih bisnis keluarga, 5 tahun setelah ayahnya Gaston, meninggal dunia. Pemilik generasi ketiga Breitling ini mematenkan terobosan fungsional pada chronograph, dimana pusher kedua di posisi jam 4 yang didedikasikan khusus untuk mengatur ulang chronograph ke angka nol.
Inovasi ini lebih dari sekadar peningkatan fungsional. Fitur ini menjadi sentuhan akhir dalam pengembangan chronograph modern yang kita kenal sekarang, dengan 2 pusher independen di kedua sisi crown pemutar.
Periode antara 1880 hingga 1930 ditandai dengan penemuan teknis besar di Breitling. Presisi dan kenyamanan pemakaian menjadi fokus utama. Dalam hal inovasi dan desain, keluarga perintis ini selalu selangkah lebih maju. Willy Breitling segera membawa pemasaran dan desain produk ke tingkat yang lebih tinggi. Memanfaatkan fondasi teknis yang ditinggalkan oleh ayah dan kakeknya, ia mulai memberi nama pada produk-produk dan mendorong batasan desain mereka.
Breitling dan Dunia Aviation
Ekspansi Breitling dengan menggabungkan warisannya dan dunia penerbangan, menandai bab penting dalam sejarah brand tersebut. Saat dunia penerbangan mulai melonjak di awal abad ke-20, Breitling memainkan peran penting dalam perjalanan menakjubkan ini.

Dimulai pada tahun 1938, ketika Breitling mendirikan departemen “HUIT Aviation” untuk memenuhi kebutuhan sektor militer dan penerbangan sipil. Departemen yang baru dibentuk ini mengembangkan, memproduksi, dan menguji produknya untuk digunakan dalam kondisi yang menantang — di bawah, di antara, dan di atas awan.
Untuk menjamin kualitas produknya, Breitling memiliki laboratorium pengujian sendiri yang dilengkapi dengan teknologi terbaru. Laboratorium tersebut mencakup mikro-osilograf untuk pemeriksaan radio elektrik pada mesin, simulator uji untuk suhu berkisar antara -40° C hingga 100° C, dan “meja getaran” untuk menguji ketahanan instrumen dalam berbagai posisi.
Usaha Breitling pun tidak sia-sia. Pada tahun 1939, British Air Ministry melakukan pesanan besar untuk Angkatan Udara Kerajaan. Yang kemudian disusul oleh angkatan militer lainnya.
Munculnya Nama Chronomat

Pada tahun 1940, Breitling mematenkan slide-rule logaritmik melingkar yang inovatif yang diterapkan pada chronograph. Sistem ini mampu menangani berbagai operasi matematika dengan fungsi tachymeter, telemeter, dan pulsometer, yang mencakup operasi kalkulasi: perkalian, pembagian, dan lainnya.
Chronograph tersebut diberi nama Chronomat, yang diambil dari “Chronographe-Mathematique”, atau chronograph matematika. Tool watch ini kemudian dipoles menjadi jam tangan favorit di kalangan profesional olahraga, industri, dan teknik.
Meskipun menghadapi ketidakpastian di tahun 1940-an, Willy Breitling terus menjadikan perusahaannya sebagai nama yang dikenal luas. Ia membangun inovasi-inovasi pendahulunya dan mengangkat merek tersebut ke tingkat baru dengan desain yang hebat, pemasaran yang mendahului zamannya, dan keterampilan teknis yang superior.
Sudah memiliki basis klien yang besar di kalangan profesional militer, penerbangan, dan rekayasa, ia memutuskan untuk memperluas kliennya lebih jauh dengan menciptakan jam tangan yang elegan namun praktis untuk pelanggan yang stylish.
Premier, Duograph, dan Datora

Willy Breitling menyadari keinginan orang-orang akan produk yang mencerminkan keanggunan dan kemewahan era tersebut. Breitling sudah memproduksi chronograph yang canggih untuk penggunaan pribadi, tetapi ia mengambil langkah lebih jauh dengan pengembangan koleksi Premier.
Keputusan untuk menggunakan kata Prancis "Premier" (pertama) sebagai nama koleksi baru Breitling bukanlah kebetulan—ini merujuk pada penggunaan chronograph yang memprioritaskan lebih tentang style daripada fungsi.
Pada awal tahun 1943, Willy Breitling meluncurkan Duograph, sebuah chronograph split-second yang sangat rumit yang memungkinkan pengguna untuk mencatat dua peristiwa terpisah secara bersamaan. Duograph memiliki estetika desain yang mirip dengan koleksi Premier, dengan berbagai variasi, termasuk beberapa dengan pusher persegi yang tidak biasa serta pilihan casing dalam stainless steel atau emas.
Tahun 1944, Breitling menambahkan komplikasi yang elegan namun berguna pada lini Premier barunya, yaitu Datora. Jam tangan ini dapat menampilkan tanggal, hari, dan fase bulan sekaligus, sambil mempertahankan desain yang sangat elegan dan proporsi casing yang seimbang.
Lahirnya Navitimer

Pada tahun 1952, Willy Breitling memulai pengembangan kronograf yang dikenakan di pergelangan tangan pilot, untuk melakukan semua perhitungan penerbangan yang diperlukan, termasuk kecepatan rata-rata, jarak tempuh, konsumsi bahan bakar, dan tingkat pendakian.
Idenya adalah mengadaptasi slide rule logaritmik dari Chronomat untuk keperluan penerbangan dan mengintegrasikannya ke dalam rotating bezel, dilengkapi dengan manik-manik kecil agar mudah digunakan bahkan dengan tangan pilot yang memakai sarung tangan.
Dua tahun kemudian, pada tahun 1954, Aircraft Owners and Pilots Association (AOPA), klub pilot terbesar di dunia, mengumumkan desain tersebut sebagai jam tangan resmi mereka. Breitling Navitimer — yang namanya merupakan kombinasi dari "navigation" dan "timer" — lahir. Flight Computer yang belum pernah ada sebelumnya ini dengan cepat diadopsi oleh pilot di seluruh dunia, menjadikan Breitling sebagai merek yang identik dengan jam tangan penerbangan presisi tinggi.
Awalnya Navitimer tidak tersedia untuk umum. Navitimer pertama yang dirancang untuk AOPA tidak menampilkan nama atau logo Breitling pada dialnya. Referensi 806-nya pun belum tercantum di bagian belakang casing, dan jam tangan ini hanya didistribusikan kepada anggota AOPA.
Namun, sekitar tahun 1956, Willy Breitling memutuskan untuk memasukkannya ke dalam katalog Breitling. Versi ini kemudian menerima referensi 806 yang kini ikonik dan menampilkan nama Breitling diatas logo bersayap AOPA yang telah distilisasi, tanpa menyertakan akronim asosiasi tersebut.
Dari sana, jam tangan yang sudah menjadi perangkat wajib di setiap kokpit ini terus berkembang menjadi salah satu jam tangan paling ikonik yang pernah dibuat, melampaui dunia penerbangan dan menjadi simbol prestise dan keahlian horologi bahkan sampai saat ini.
Eksplorasi Bawah Laut Dengan Superocean
Untuk menandai 25 tahun kepemimpinannya di perusahaan, Willy Breitling, setelah menaklukkan ‘langit’, mengalihkan perhatiannya ke tantangan baru: ‘lautan’. Tahun 1957, Breitling Superocean pun diciptakan, dan menjadi dive watch chronograph pertama pada saat itu.

Kisah superocean dimulai pada saat Jacques Cousteau dan film dokumenter bawah lautnya sedang memicu tren dalam scuba diving dan olahraga air. Baik profesional maupun amatir membutuhkan instrumen yang dapat dipakai dengan aman di bawah air untuk memberikan informasi penting.
Sebagai respon akan hal ini, Breitling meluncurkan Superocean, jam tangan penyelam yang memiliki water resistant hingga kedalaman 200 meter (660 kaki) — sebuah pencapaian teknis besar pada masa itu.
Superocean 807 menjadi yang pertama dalam dua aspek penting: chronograph penyelam pertama yang didedikasikan untuk diving, dan chronograph pertama yang memiliki tampilan "reverse panda" — dial hitam dengan subdial putih. Tujuannya adalah menciptakan kontras tinggi antara penghitung chronograph dan latar belakangnya, membuatnya mudah dibaca di bawah air.
Eksplorasi Luar Angkasa Dengan Cosmonaute
Saat eksplorasi luar angkasa memanas di awal 1960-an, Breitling juga mengalami momen "lepas landas." Amerika Serikat memulai Program Mercury untuk melatih dan menyempurnakan penerbangan luar angkasa berawak dalam upayanya menuju pendaratan di bulan. Letnan Komandan Scott Carpenter, salah satu dari tujuh astronot yang terlibat dalam misi bersejarah tersebut, sudah menjadi penggemar Navitimer sejak masa latihannya.
Carpenter datang kepada Breitling dengan permintaan khusus: ia menginginkan versi astronot dari jam tangan ikonik tersebut. Permintaannya termasuk memperbesar bezel yang dapat diputar agar mudah digunakan dengan sarung tangan luar angkasa, serta menambahkan dial 24 jam untuk membedakan antara siang dan malam dalam kegelapan luar angkasa.

Tepat pada 24 Mei 1962, Scott Carpenter mengorbit bumi tiga kali dengan Navitimer khusus di pergelangan tangannya. Ini merupakan pencapaian besar bagi Breitling dan menandai kelahiran Navitimer Cosmonaute, chronograph Swiss pertama yang dikenakan di luar angkasa.
Breitling Top Time
Setelah kesuksesan Navitimer, Willy Breitling mulai mengembangkan chronograph kontemporer yang sporty, untuk memecahkan kode desain tradisional yang menyesuaikan dengan suasana tahun 1960-an.
Tahun 1964, Breitling meluncurkan koleksi Top Time dengan misi yang jelas: memenuhi kebutuhan para “profesional muda dan aktif.” Berkat desainnya yang trendi, Top Time dengan cepat menjadi pilihan utama bagi kalangan modis pria dan wanita.

Selama paruh kedua tahun 1960-an, Breitling mengalami permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk chronograph Top Time-nya. Popularitasnya tidak hanya berasal dari desain yang mencolok, tetapi juga dari kemampuannya untuk menjadi simbol gaya dan status di kalangan para selebritis dan penggemar fashion.
Jam tangan ini muncul di halaman-halaman majalah mode, seperti Time, Life, dan Harper’s Bazaar. Industri film pun segera mengikutinya, seperti contohnya James Bond, yang diperankan oleh Sean Connery, terlihat mengenakan Breitling Top Time di film Thunderball tahun 1965.
Bertahan dari Krisis Quartz
Perjalanan Breitling selanjutnya diwarnai dengan berbagai tantangan. Pada akhir tahun 1970-an, para pembuat jam mekanis menghadapi salah satu tantangan terbesar dalam sejarah: Quartz Crisis. Hal ini berdampak pada banyak pihak, tidak terkecuali Breitling.
Jam quartz saat itu dianggap lebih akurat dan andal dibandingkan dengan jam mekanis, serta lebih murah untuk diproduksi. Ketika presisi tidak lagi menjadi faktor penentu dalam kualitas sebuah jam tangan, industri jam tradisional mengalami kegoncangan.
Perubahan Ownership
Kesehatan Willy Breitling pun semakin memburuk, tetapi ia tidak akan pensiun sampai menemukan penerus yang dapat ia percayai, demi bertahan dari krisis. Akhirnya, Willy menemukan orang yang tepat, yang ia yakini akan menjaga independensi Breitling dan melanjutkan warisannya – orang itu bernama Ernest Scheiner.

Ernest Schneider, seorang watchmaker dan aviator, mengambil alih Breitling pada 5 April 1979 di tengah krisis Quartz. Schneider telah lama mengagumi Breitling, dan memahami bahwa ia memiliki misi yang sangat penting. Agar Breitling tetap survive, ia harus mengarahkan perusahaan ke jalur spesialisasi yang tidak bisa ditiru oleh orang lain.
Jalur tersebut adalah "instruments for professionals", yang menjadi tagline di era baru Breitling. Schneider tidak melihat quartz sebagai musuh. Malah, ia melihat adanya peluang di dalamnya. Sementara brand lain menggunakan quartz karena harganya yang terjangkau, Breitling mulai memanfaatkannya sebagai dasar untuk mengembangkan jam tangan yang paling presisi dan dapat diandalkan di pasaran.
Pada awal tahun 1983, Schneider mengetahui bahwa salah satu tim aerobatik paling bergengsi di dunia, Frecce Tricolori – dari Angkatan Darat Italia, mengeluarkan undangan untuk tender jam tangan resminya. Tim aerobatik elit tersebut lebih memilih tampilan analog, jadi jam tangan mereka harus mekanis. Schneider melihat proyek ini sebagai kesempatan sempurna untuk menegaskan kembali keahlian watchmaking Breitling.

Breitling pun menciptakan Chronograph “Frecce Tricolori” untuk tim jet Italia tersebut. Jam tangan ini memperkenalkan elemen desain kunci seperti bezel berputar dengan empat rider tab pada kuartal jam dan Rouleaux bracelet yang kemudian menjadi ciri khas Chronomat.
Chronomat Reborn

Pada tahun 1984, Breitling menandai ulang tahunnya yang ke-100 dengan menghidupkan kembali model Chronomat. Model luar biasa ini memicu kebangkitan kembali chronograph mekanis sekaligus menjadi best-seller Breitling. Desainnya, terutama rider tab yang mudah dikenali, terinspirasi oleh Chronograph “Frecce Tricolori” yang diluncurkan setahun sebelumnya.
Hal ini adalah taruhan yang berani, karena bertentangan dengan tren Quartz. Ukuran Chronomat sangat kontras dengan jam tangan Quartz populer yang super tipis pada waktu itu. Namun, taruhan Schneider membuahkan hasil. Jam tangan Breitling ini dengan cepat menjadi sukses, terutama di Italia dan Amerika Serikat. Hal ini juga membuka jalan bagi jam tangan mekanis kembali menjadi tren yang menarik.
Old Navitimer

Pada tahun 1986, merek ini meluncurkan Old Navitimer, sebuah re-interpretasi dari desain original tahun 1952. Dilengkapi dengan automatic movement Valjoux, jam tangan ini, karena sejarahnya yang kaya dan desain elegannya, ikut berkontribusi pada kembalinya chronograph mekanis.
Generasi Kelima

Pada tahun 1994, Ernest Schneider secara resmi menyerahkan bisnis kepada putranya, menandai masuknya generasi kelima kepemimpinan di Breitling. Théodore Schneider sudah bekerja di perusahaan selama beberapa tahun dan memimpin tim kecil yang tidak terlalu "hirarkis" jika dibandingkan dengan perusahaan jam tangan besar lainnya pada waktu itu. Struktur korporatnya memungkinkan efisiensi, kinerja, dan pengambilan keputusan yang cepat, yang terbukti sangat penting di tahun-tahun mendatang.
Era Baru Breitling
Breitling Emergency
Setelah itu, Breitling terus meluncurkan berbagai inovasi model jam baru, salah satunya adalah Breitling Emergency. Emergency adalah jam tangan pertama yang dilengkapi dengan pemancar darurat terintegrasi. Pertama kali diluncurkan pada tahun 1988 dengan satu antena, namun benar-benar mencapai kesempurnaan pada tahun 1995 dengan diperkenalkannya sistem penempatan antena yang dipatenkan.

Mikro-transmitter pada model ini, yang terkunci pada frekuensi darurat udara internasional, dilengkapi dengan dua antena dan memiliki cadangan daya independen selama 48 jam. Untuk mengembangkan teknologi ini, Breitling bekerja sama erat dengan Dassault Electronique, divisi khusus dari pabrikan pesawat terbang terkenal asal Prancis.
Breitling Orbiter 3
Breitling menutup milenium dengan pencapaian besar yang dimulai pada tahun 1992, ketika pilot balon udara Bertrand Piccard dari Swiss memenangkan Chrysler Transatlantic Challenge dengan dukungan dari Breitling. Terinspirasi oleh kesuksesan ini, Piccard memulai salah satu tantangan besar terakhir dalam dunia penerbangan: terbang nonstop mengelilingi dunia dengan balon udara panas.

Pada 1 Maret 1999, pukul 08:05 GMT, ballon Breitling Orbiter 3 lepas landas dari Château-d’Oex di Pegunungan Alpen Swiss. Di dalam balon tersebut terdapat Piccard dan rekan Inggrisnya, Brian Jones, yang masing-masing mengenakan jam tangan Emergency. Pada 20 Maret, pukul 09:54 GMT, Breitling Orbiter 3 melintasi meridian awalnya di langit Mauritania, sekali lagi mencatatkan nama Breitling dalam sejarah penerbangan.
First Manufacture Caliber
Breitling membutuhkan sumber yang andal untuk pergerakan jam berkinerja tinggi dalam jumlah besar dan dengan kualitas yang sesuai dengan standar mereka. Ernest Schneider menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menjamin pasokan tersebut adalah dengan memproduksinya sendiri.

Pada tahun 2009, Breitling memperkenalkan Caliber 01, mesin jam pertama yang mereka kembangkan secara in-house. Dikembangkan di Breitling Chronométrie, Caliber 01 adalah wujud dari keinginan kuat Breitling untuk tetap mandiri secara teknologi, memperkuat reputasi Breitling sebagai pembuat jam tangan mewah dengan kemampuan manufaktur internal yang unggul.
Era Modern Sampai Saat Ini

Pada tahun 2017, Breitling dijual kepada CVC Capital Partners, sebuah firma ekuitas swasta terkemuka. Kepemimpinan baru perusahaan diserahkan kepada Georges Kern, seorang veteran industri jam tangan, menandai awal dari era baru Breitling. Tiga inisiatif baru mencerminkan babak baru dalam sejarah Breitling: modern-retro product designs, sustainability, dan digitalization. Dengan slogan baru – "Legendary Future”, yang merangkum visi yang diinginkan oleh Kern.
Modern-Retro Product Designs
Konsep desain di era baru Breitling, dimulai dengan meluncurkan kembali koleksi legendaris mereka dengan sentuhan modern. Pada tahun 2018, Breitling meluncurkan kembali koleksi Premier, yang membawa desain klasik dari pendahulunya di tahun 1940-an.
Pada tahun 2019, Breitling merilis Navitimer Ref. 806 “Re-Edition 1959”, untuk merayakan salah satu jam tangan paling ikonik yang pernah dibuat oleh Breitling. Re-edisi ini menghadirkan kembali detail orisinal dari Navitimer 806, termasuk bezel mutiara, logo AOPA bersayap, serta dial hitam matte.
Pada tahun 2020, Breitling memberikan Chronomat yang ikonik sentuhan modern dengan desain yang lebih segar dan teknologi canggih. Setahun kemudian, merek ini meluncurkan Super Chronomat, sebuah sport watch multifungsi dengan fitur supercharged.
Sustainability
Pada tahun 2018, Breitling memulai perjalanan sustainability mereka dengan bermitra dengan Ocean Conservancy, sebuah organisasi non-pemerintah yang berdedikasi untuk memimpin perjuangan global demi menjaga kesehatan laut dan kebersihan pantai.

Pada tahun 2020, sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak lingkungan, Breitling mengganti box tradisional untuk jam tangan mereka, dengan box yang terbuat dari botol plastik daur ulang.
Digitalization
Pada tahun 2017, inisiatif digital pertama Breitling dimulai dengan pembaruan sistem garansi merek mereka, mengubahnya menjadi solusi online yang memungkinkan transmisi data secara real-time.

Kartu E-Warranty Breitling dilengkapi dengan QR Code yang memungkinkan aktivasi cepat di titik penjualan, memberikan pengalaman yang mulus bagi pelanggan. Dengan pemindaian sederhana, pelanggan dapat mengakses dokumen jam tangan digital mereka serta berbagai manfaat lainnya, menjadikan proses pembelian dan pemeliharaan jam lebih efisien dan nyaman.
Pada tahun 2020, Breitling menjadi pembuat jam tangan mewah pertama yang menawarkan paspor digital berbasis blockchain untuk setiap jam tangan baru mereka.
Rekomendasi Jam Breitling Populer
Sejarah jam Breitling yang panjang tentu menghadirkan berbagai opsi jam untuk Anda masukkan ke dalam koleksi. Diantara sekian banyak opsi jam Breitling, berikut enam rekomendasi yang wajib masuk wishlist Anda.
Navitimer

Breitling Navitimer merupakan salah satu koleksi tertua Breitling sejak 1952. Navitimer, yang awalnya dirancang untuk membantu para pilot dalam perhitungan penerbangan mereka, telah melampaui tujuannya yang asli, menjadi jam tangan ikonik yang mewakili semangat eksplorasi bagi pecinta jam tangan secara umum.
Navitimer dengan tampilan slide rule dan rotating bezel nya yang ikonik, telah berkembang pesat sampai saat ini. Mulai dari reguler Navitimer Automatic 41mm, Navitimer B01 Chronograph, hingga Navitimer B19 dengan fungsi Perpetual Calendar, kini tersedia pada koleksi Breitling.
Chronomat

Diperkenalkan pada tahun 1984, di saat jam tangan quartz extra-thin menjadi tren, Breitling mengambil risiko besar dengan meluncurkan jam tangan mekanis berukuran impresif - Breitling Chronomat. Nama chronomat yang diambil dari 2 kata chronograph dan mathematic, kini tersedia dalam berbagai material dan ukuran case yang beragam.
Mulai dari Chronomat B01 42mm dengan stainless steel, atau rose gold, sampai Super Chronomat berukuran jumbo 44mm, Chronomat masih setia dengan bezel ikonik empat rider tab, yang dipadukan dengan bracelet “Rouleaux” yang khas.
Lalu bagaimana jika ukuran tangan anda kecil? Tenang saja, karena koleksi Chronomat juga tersedia untuk smaller size seperti Chronomat Automatic 36mm ‘Victoria Beckham’, yang tersedia dalam steel atau yellow gold.
Avenger

Sejak muncul pertama kali pada tahun 2001, Breitling Avenger kembali dengan pendekatan yang lebih modern – sejak Georges Kern mengambil alih jabatan CEO Breitling. Dirancang untuk pilot jet dengan desain yang terinspirasi dari dunia aviasi, dan dial yang diambil dari nuansa seragam militer, jam tangan Avenger memberi kesan yang strong dan bold.
Koleksi Breitling Avenger beragam mulai dari model reguler dengan material stainless steel, sampai gabungan material ceramic dan titanium khusus pada koleksi Night Mission. Selain itu, sama dengan Chronomat, Avenger juga memiliki jam tangan ukuran jumbo “Super Avenger” – chronograph dengan ukuran 46mm.
Superocean

Sekitar tahun 1960-an, olahraga scuba diving sangat populer. Bagi para penyelam, waktu adalah segalanya, dan Breitling berusaha memberikan jam tangan selam yang paling jelas dengan menghilangkan fitur-fitur yang tidak perlu. Jam tangan yang disederhanakan ini dinamakan Slow Motion.
Jam ini punya tampilan yang kokoh dan sleek, cocok untuk penyelam profesional dan pecinta olahraga air. Namun kini, jam tangan yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1957 tersebut, bukan lagi sekadar jam tangan selam — anda juga dapat gunakan untuk berselancar, berenang, pergi ke bar pantai, bahkan untuk dinner.
Premier

Breitling premier pertama kali diperkenalkan pada tahun 1943 sebagai jam tangan yang membawa chronograph keluar dari kokpit, ke dalam kehidupan sosial – menjadikannya simbol yang diungkapkan Willy Breitling sebagai “impeccable taste” atau “selera yang sempurna”
Koleksi Premier modern menghidupkan kembali sejarah ini dengan menampilkan jam tangan modern yang elegan – mewujudkan warisan tiga generasi inventors Léon, Gaston, dan Willy Breitling. Koleksi ini hadir dengan berbagai komplikasi seperti Chronograph, Duograph split-second, Datora full calendar, dan Tourbillon.
Top Time

Tahun 1960-an adalah dekade penuh eksperimen, kesenangan, kebebasan, dan energi. Baik saat mengendarai sepeda motor atau memacu mobil sport, hidup dengan kecepatan penuh adalah gaya hidup yang populer. Willy Breitling merasakan perubahan tempo ini dan merancang sebuah chronograph yang tidak biasa, untuk mencerminkan semangat zaman tersebut. Dia menamakannya Top Time.
Tradisi penuh semangat ini berlanjut hingga hari ini dengan Breitling yang bermitra dengan beberapa nama paling keren di dunia otomotif untuk menciptakan desain Top Time terbaik. Beberapa diantaranya adalah Ford Mustang, Chevrolet Corvette, dan Shelby Cobra.
Di tengah persaingan industri jam tangan mewah Swiss yang ketat, Breitling adalah salah satu brand yang berhasil mempertahankan posisinya dengan meluncurkan jam-jam yang tak hanya reliable, namun juga sangat fungsional.
Jika Anda ingin membeli koleksi jam Breitling, pastikan Anda memilih seller yang terpercaya dan bisa memberi layanan memuaskan. Untuk itu, Anda bisa serahkan pada Oneluxe. Happy hunting!
Referensi
“Breitling Watch Stories: 140 Years of Spirit & Innovations.” Breitling, 1 Oct. 2024, https://www.breitling.com/id-en/140-years/stories-of-breitling/navitimer/.
“Chapter 2From Purpose to Style.” Breitling Logo, https://www.breitling.com/ch-en/history/purposetostyle/. Accessed 10 Jan. 2024.
“Breitling.” Luxel Watch, https://luxelwatch.com/collections/breitling. Accessed 10 Jan. 2024.
Han. “Histori Jam Tangan Breitling Yang Ikonik - Blog Jamtangan.Com.” Blog Jamtangan.Com, 25 Jan. 2023, https://blog.jamtangan.com/histori-jam-tangan-breitling-yang-ikonik/.
Blowers, Mark. “A Brief History of Breitling Watches - Blowers Jewellers.” Blowers Jewellers, 1 Jan. 2019, https://www.blowers-jewellers.co.uk/breitling-history/.
“Breitling SA - Wikipedia.” Wikimedia Foundation, Inc., 4 Jan. 2011, https://en.wikipedia.org/wiki/Breitling_SA.
“Breitling Watch History - Timeless Craftsmanship and Innovation.” Menu, https://www.bobswatches.com/breitling/breitling-history. Accessed 10 Jan. 2024.
Gisbert Brunner. "5 Milestone Breitling Watches, from 1915 to Today", 27 Jul. 2018, https://www.watchtime.com/featured/5-milestone-breitling-watches-from-1915-to-today/.

