Saat NASA bersiap mengirim astronot Amerika pertama ke luar angkasa, jam tangan jadi salah satu elemen paling krusial. Setiap misi dirancang hingga detik-detik terakhir, jadi bayangkan kalau jam tangan rusak di tengah misi — itu bukan cuma gangguan, tapi bisa jadi bencana besar.
Karena itu, NASA melakukan serangkaian tes ekstrem untuk mencari jam tangan yang bisa tahan terhadap tekanan luar biasa, suhu ekstrem, guncangan keras, dan kondisi luar angkasa lainnya. Hasilnya? Hanya Omega Speedmaster yang lulus ujian berat itu.
Dari saat itulah Speedmaster resmi ditunjuk sebagai jam tangan resmi para astronot NASA. Dan sisanya? Ya, itu jadi bagian dari sejarah: Omega menjadi satu-satunya jam tangan yang pernah dipakai manusia saat menginjakkan kaki di Bulan.
Tapi ternyata kontribusi omega di dunia Antariksa bukan dimulai dari situ. Sebenarnya, Omega sudah berkontribusi jauh sebelum momen itu terjadi. Mari kita bahas selengkapnya dalam artikel berikut!
Lahirnya Omega Speedmaster - 1957

Source: professionalwatches.com
Tatkala Omega memproduksi Speedmaster di tahun 1957, cita-citanya cukup sederhana namun ambisius. Yaitu menciptakan jam tangan yang sesuai dengan kebutuhan pembalap profesional.
Apa ciri utamanya? Skala tachymeter yang terukir gagah pada bezel alih-alih pada pelat jam, sesuatu yang langka di sepanjang sejarah pembuatan jam tangan. Desain tersebut, digawangi oleh Claude Baillod, memadukan fungsi dan estetika. Sementara itu, jam tangan ini digerakkan oleh mesin jam legendaris Omega Calibre 321.
Pada titik ini, tak seorang pun desainer Omega menduga kalau kreasi mereka, yang awalnya ditujukan untuk trek balap, akan segera menjelajah jauh menembus atmosfer Bumi.
Misi Pertama - 1962

Wally Schirra mengenakan jam tangan Omega Speedmaster dalam misi Project Mercury tahun 1962
Source: Omega
Tahun 1962, misi antariksa berlangsung, dan NASA pun bersiap-siap untuk meluncurkan penerbangan berawak. Misi ini menuntut presisi tinggi di segala aspek. Satu dari sekian banyak alat yang diperlukan ialah jam tangan. Benda yang sekilas tampak biasa, namun benar-benar dibutuhkan.
Lolos Tes NASA - 1964

Jam tangan Omega Speedmaster melalui uji ketahanan ketat NASA sebelum dibawa ke luar angkasa
Source: Omega
Alih-alih menugaskan pembuatan jam tangan khusus, NASA justru berpikir untuk mengetes jam-jam yang tersedia secara komersial. Di akhir tahun 1962, staf NASA mengunjungi sebuah toko perhiasan di Houston dan memborong beberapa jam tangan.
Sebagian besar jam tangan tersebut gagal total. Ada yang berkabut, mati, bahkan meledak akibat tekanan tinggi. Namun, ada satu jam tangan yang lolos tanpa goresan sama sekali, yakni Omega Speedmaster. Strukturnya yang kokoh, dengan mekanisme Calibre 321 andal, dan keterbacaan yang unggul menjadikannya kandidat sempurna.
Resmi Memenuhi Syarat - 1965

Jam tangan Omega Speedmaster resmi dinyatakan memenuhi syarat penerbangan untuk semua misi luar angkasa berawak oleh NASA
Source: Omega
Tanggal 1 Maret 1965, NASA mengesahkan Omega Speedmaster “memenuhi syarat penerbangan untuk semua misi luar angkasa berawak.” Uji coba pertamanya berlangsung selama misi Gemini 4 pada 3 Juni 1965, kala astronot Edward White tercatat sebagai orang Amerika pertama yang bertolak ke luar angkasa.
jam tangan ini mampu mengatasi paparan langsung ruang hampa udara yang ekstrem, di mana suhu berganti-ganti dari panas terik sampai dingin menyengat. Melewati masa-masa kritis ini, Speedmaster terus berdetak, menandai debutnya sebagai “Moonwatch”, alias “Jam Tangan Bulan”.
Misi Apollo 11 - 1969

Jam tangan Speedmaster dikenakan dalam misi Apollo 11 ke bulan
Source: Omega
Pada tahun 1969, Omega NASA Speedmaster bakal melampaui kapasitasnya sebagai sebuah alat dan melejit sebagai legenda. Saat itu, Omega Speedmaster telah siap menyambut puncak kejayaan eksplorasi manusia: misi Apollo 11 ke bulan.
Tanggal 16 Juli 1969, kru Apollo 11 bertolak dari Kennedy Space Center, tidak hanya mengemban impian umat manusia, tetapi juga membawa Speedmaster kepercayaan. Masing-masing astronot dibekali jam tangan yang melekat di pakaian antariksa mereka.
Empat hari kemudian, pada 20 Juli 1969, sejarah tercipta. Buzz Aldrin memastikan jam tangan Speedmaster mencatatkan debut bersejarahnya. Sebagai orang kedua yang menginjakkan kaki di bulan, Aldrin dengan bangga mengenakan jam tangan ini selama 2 jam 15 menit berlalu-lalang di sana.
Misi Apollo 13 - 1970

Salah seorang astronot yang termasuk dalam kru Apollo 13
Source: Omega
Hanya berselang beberapa bulan setelah keberhasilan Apollo 11, NASA kembali merencanakan misi luar angkasa yang lebih spektakuler.
Misi Apollo 13, yang dicanangkan pada tanggal 11 April 1970, seharusnya menjadi tonggak sejarah baru dalam penjelajahan manusia. Namun, misi ini kemudian menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam riwayat antariksa.
Objektif misi ini adalah untuk mendarat di bulan, tetapi hanya dua hari setelah penerbangan, malapetaka melanda. Awak pesawat terpaksa batal menginjakkan kaki di bulan dan harus mencari cara aman kembali ke Bumi.
Di antara alat yang tersedia adalah Omega Speedmaster. Saat para personel berupaya menavigasi pesawat ruang angkasa yang lumpuh, Speedmaster-lah yang menuntun mereka agar terus berada di jalur yang benar.
Misi Apollo 16 - 1972

Charles Duke menjelajah bulan dalam misi Apollo 16
Source: Omega
Pada tahun 1972, NASA sudah mendekati penghujung proyek Apollo, dan Apollo 16 adalah salah satu misi berawak terakhir ke bulan. Di antara para astronot yang bertugas adalah Charles Duke yang mencatatkan sejarah sebagai orang termuda yang pernah berjalan di bulan pada usia 36 tahun.
Tanggal 21 April 1972, Omega Speedmaster NASA Edition lagi-lagi menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Ini bukan eksplorasi biasa. Duke dan rekan astronotnya, John Young, tidak hanya berkutat dengan survei geologi, tapi juga menggelar eksperimen ilmiah di medan bulan yang terjal dan belum tersentuh.
Apollo-Soyuz Project - 1975

Awak pesawat ruang angkasa Apollo dan Soyuz bertemu di orbit
Source: Omega
Tahun 1975 memperingati momen bersejarah dalam kompetisi keantariksaan bagi seluruh dunia. Usai persaingan ketat selama bertahun-tahun antara AS dan Uni Soviet, kedua negara akhirnya bersatu dalam sebuah kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Proyek Uji Coba Apollo-Soyuz (ASTP) adalah misi penerbangan antariksa manusia internasional pertama, di mana pesawat ruang angkasa Amerika, Apollo, dan pesawat ruang angkasa Soviet, Soyuz, berlabuh bersama di orbit.
Sewaktu kedua pesawat ruang angkasa tersebut bersandar di luar angkasa, Omega Speedmaster andalan setiap anggota kru melingkar di pergelangan tangan masing-masing.
Seperti yang Anda lihat, Omega NASA Speedmaster layak tercatat dalam lembaran sejarah. Inilah jam tangan yang sanggup melampaui waktu dan batas. Tertarik memiliki bagian dari legenda ini? Temukan koleksi jam Omega asli di Oneluxe. Mahakarya luhur menanti untuk Anda miliki.
Referensi
Watches, Written. “OMEGA Speedmaster’s Role in the Apollo Missions - BobsWatches.Com.” Menu , https://www.bobswatches.com/omega/speedmaster/omega-speedmasters-role-in-the-apollo-missions.
“OMEGA and the World of Space Exploration | OMEGA US®.” Omega , https://www.omegawatches.com/en-us/planet-omega/space/our-space-legacy.
McSpedden, Bani. “The Secret Testing NASA Did in the 1960s.” Australian Financial Review , 18 Aug. 2024, https://www.afr.com/life-and-luxury/fashion-and-style/the-secret-testing-nasa-did-in-the-1960s-20240815-p5k2mx.

