Rolex Submariner: Sejarah dan Evolusi Jam Tangan Diver Paling Ikonik (Part 1)

Rolex Submariner

Kalau ngomong soal diver watch, Rolex Submariner mungkin adalah nama pertama yang terlintas di pikiranmu bukan? Tentu bukan tanpa alasan. Submariner adalah ikon sejati di dunia jam tangan diver, dan masih relevan sampai sekarang.

Submariner

Source: everestbands.com

Apakah kamu sudah punya Submariner? Atau masih sekadar jadi jam impian? Kamu tahu nggak cerita di balik jam legendaris ini? Kalau sudah tahu, anggap aja artikel ini sebagai nostalgia singkat. Tapi kalau belum, mari kita bahas bareng! 

Inilah perjalanan sejarah Rolex Submariner, dari awal kemunculannya hingga berevolusi jadi salah satu jam tangan paling dihormati sepanjang masa.

Lahirnya Sang Legenda & Generasi Awal Submariner

Di pertengahan tahun 1950-an, Rolex memperkenalkan jam tangan sport yang secara khusus dirancang untuk aktivitas menyelam: Rolex Submariner. Saat itu, Rolex sudah memprediksi akan adanya peningkatan permintaan terhadap jam tangan yang tahan air dan tahan korosi — dan tebakan mereka benar!

Tahun 1954, model Submariner pertama resmi diperkenalkan ke publik lewat ajang bergengsi Baselworld, dengan nomor referensi 6204. Model ini tercatat sebagai jam tangan konsumen pertama yang tahan air hingga kedalaman 100 meter — prestasi luar biasa di masanya.

Sejak saat itu, Submariner langsung mencuri perhatian dan berkembang jadi ikon jam tangan sport mewah yang paling dikenal dan paling populer hingga hari ini.

Rolex Submariner Ads

Sumber: RolexMagazine

Rolex Submariner Ads

1953 — Ref. 6204

Rolex Submariner

Rolex Submariner Ref. 6204

Rolex Submariner sebetulnya pertama kali dibuat pada tahun 1953 dan mulai diperkenalkan ke publik di tahun 1954. Ref. 6204 adalah model Rolex pertama yang menampilkan tulisan “Submariner” di dial-nya. Hanya satu baris kecil, tercetak di atas posisi jam 6.

Tentu saja, waktu itu Rolex belum menyadari dampak besarnya. Saat itu, nggak semua unit Ref. 6204 punya tulisan “Submariner” di dial. Ada juga versi lain yang dikenal dengan sebutan “Sub-Aqua”, yang dibuat khusus untuk pasar Inggris.

Secara umum, dial Ref. 6204 hadir dengan warna hitam polos berlapis gilt, tapi ada juga beberapa varian langka yang punya tekstur sarang lebah alias honeycomb. Di bawah posisi jam 12, terdapat tulisan “Rolex” dan “Oyster Perpetual” yang tersusun dalam dua baris. Tapi, lagi-lagi, ada perbedaan halus di sini — khususnya di model awal, di mana kata “Oyster” dan “Perpetual” terlihat lebih berjauhan. Varian ini dikenal sebagai “split logo” dial.

Layout dial-nya sendiri sudah terlihat sangat khas dan familiar: segitiga terbalik di posisi jam 12, baton marker di jam 3, 6, dan 9, sisanya dot markers. Di bagian pinggir dial, ada chapter ring untuk menit dan detik berjalan.

Ukuran casing-nya sendiri adalah 37mm, tergolong ramping untuk ukuran diver watch, apalagi kalau dibandingkan dengan Submariner generasi modern. Crown-nya juga relatif kecil — hanya 5.3mm, tapi masih terlihat proporsional dengan bentuk casing-nya yang slim dan sederhana.

1954 — Ref. 6205

Ref. 6205

Ref. 6204 ternyata hanya diproduksi dalam waktu yang sangat singkat, sebelum akhirnya langsung digantikan oleh seri awal dari Ref. 6205 di awal tahun 1954. Entah kenapa, Rolex memutuskan untuk menghilangkan tulisan “Submariner” dari dial pada model ini — dan karena itu, model ini sering dijuluki sebagai “clean dial” Sub.

Kalau dibandingkan dengan Ref. 6204, desain dial Ref. 6205 sebenarnya nggak banyak berubah. Tapi ada beberapa penyesuaian penting dari sisi desain casing. Rolex membuat case-nya sedikit lebih tebal, tujuannya murni estetika. Selain itu, ukuran crown juga diperbesar jadi 6mm, supaya lebih nyaman digunakan saat disesuaikan manual.

1955 — Ref. 6200

Ref. 6200

Ref. 6200 memperkenalkan beberapa perubahan penting dalam lini Submariner. Yang paling mencolok adalah digunakannya dial bergaya “Explorer”, dengan angka Arabic di posisi 3-6-9, menggantikan baton markers standar. Sisanya, dari segi desain dial dan bezel, masih cukup mirip dengan Ref. 6205.

Tapi casing-nya beda cerita. Ref. 6200 hadir dengan case yang lebih tebal dan lebih berisi dibanding pendahulunya. Dan untuk pertama kalinya, Rolex menyematkan crown berukuran besar 8mm yang dikenal sebagai “Big Crown”, lengkap dengan tulisan Brevet (menandakan paten).

Gabungan antara casing yang kokoh dan crown besar ini sukses meningkatkan kemampuan tahan air Submariner hingga 200 meter — dua kali lipat dari model sebelumnya.

1956 — Ref. 6536 & 6538

Di tahun-tahun awalnya, Rolex benar-benar bergerak cepat dalam mengembangkan Submariner. Hampir setiap beberapa tahun sekali, muncul referensi baru dengan berbagai penyesuaian halus dan pembaruan fitur. Cukup beda dengan Rolex yang kita kenal sekarang, yang cenderung main aman.

Antara tahun 1956 sampai 1958, dua model Submariner — Ref. 6536 dan Ref. 6538 — diproduksi secara bersamaan. Ref. 6536/1 menggunakan casing yang lebih tipis, mirip dengan Ref. 6205, dan tetap memakai crown ukuran 6mm. Karena itu, kemampuan tahan airnya hanya sampai 100 meter.

1956 — Ref. 6536

Source: monochrome-watches.com

Sementara itu, Ref. 6538 tampil dengan casing yang lebih besar dan crown 8mm khas “Big Crown” seperti pada Ref. 6200. Model ini juga punya dua varian dial yang paling dikenal: “four-line” (empat baris teks) dan “two-line” (dua baris teks).

Ref. 6538

Source: monochrome-watches.com

Dari dua referensi tersebut, nggak diragukan lagi kalau Ref. 6538 adalah yang paling dikenal. Alasannya simpel: ini adalah Submariner yang dipakai oleh Sean Connery di film James Bond pertama tahun 1962, Dr. No.

James Bond

Source: illustrated007

Bond Submariner

Source: monochrome-watches.com

Karena momen ikonik itu, Ref. 6538 sering dijuluki sebagai “Bond Submariner” atau “Big Crown Sub”.

Generasi Kedua Submariner: 55XX

Seperti yang sudah disebut diatas, di tahun-tahun awal Submariner, Rolex sangat aktif mengutak-atik dan menyempurnakan model ini. Dalam kurun waktu sekitar lima tahun saja, setidaknya ada lima referensi berbeda yang dirilis, dengan beragam variasi.

Tapi ketika kita masuk ke era referensi 55XX, semuanya mulai sedikit lebih stabil. Desain dan spesifikasi Submariner mulai menemukan bentuk idealnya, dan dari sinilah dasar desain untuk generasi Submariner berikutnya mulai terbentuk.

1958 — Ref. 5510 & Ref. 5508

1958 — Ref. 5510 & Ref. 5508

Rolex Submariner Ref. 5510 (Kiri) & Ref 5508 (Kanan)

Meskipun nomor referensinya sama-sama diawali dengan "55", Ref. 5510 dan 5508 sebenarnya lebih mirip dengan seri 66XX sebelumnya, dibanding generasi 55XX yang muncul belakangan. Itu karena keduanya memang diproduksi di periode yang sama.

Contohnya, Ref. 5510—yang juga dikenal sebagai Submariner “Big Crown” terakhir—desainnya nyaris identik dengan versi dua-baris dari Ref. 6538. Bedanya, Ref. 5510 sudah mulai menggunakan kaliber baru 1530, menjadikannya Submariner pertama yang memakai movement ini.

Di waktu yang bersamaan, Rolex juga merilis Ref. 5508, yang merupakan versi lebih ramping dan ringan, mirip dengan Ref. 6536/1. Model ini punya crown kecil dan casing yang lebih tipis, sehingga kemampuan tahan airnya hanya 100 meter, bukan 200 meter seperti saudaranya.

Satu hal penting dari Ref. 5508: ini adalah Submariner pertama yang menggunakan cat tritium untuk luminescence di dial dan marker—menggantikan radium yang sebelumnya digunakan. Pergantian ini dilakukan karena alasan keamanan, karena radium dikenal bersifat radioaktif dan kurang aman untuk pemakaian jangka panjang.

1959 — Ref. 5512 & Ref. 5513

1959 — Ref. 5512 & Ref. 5513

Source: monochrome-watches.com

Walaupun secara teknis era referensi 55XX dimulai dengan Ref. 5510 dan 5508, banyak yang sepakat kalau generasi kedua Submariner sebenarnya dimulai dengan Ref. 5512. Ketika para kolektor ngomongin “vintage Submariner”, besar kemungkinan yang dimaksud adalah model ini.

Ref. 5512 juga bisa dibilang sebagai cikal bakal desain Submariner modern. Casing-nya berbentuk bundar dengan ukuran sekitar 40mm, ukuran yang masih jadi standar hingga hari ini. Model ini juga masih menggunakan gilt dial (dial dengan detail berwarna keemasan) dan punya empat baris teks yang khas:

  • Di bawah posisi jam 12: “Rolex / Oyster Perpetual”

  • Di atas posisi jam 6: “200m / 660ft / Submariner”

Tampilan ini jadi layout klasik yang sangat melekat dengan identitas Submariner, dan jadi patokan desain untuk banyak generasi setelahnya.

Rolex, seperti biasa, terus melakukan penyempurnaan pada Ref. 5512 seiring berjalannya waktu. Perubahan paling mencolok terjadi pada bagian dial, yang memang jadi fokus evolusi model ini selama masa produksinya — dari penggunaan gilt dial di awal produksi, kemudian beralih ke matte dial.

Ref. 5513

Source: monochrome-watches.com

Ref. 5513 mulai dipasarkan pada tahun 1962, sekitar tiga tahun setelah kemunculan Ref. 5512. Secara singkat, kedua model ini nyaris identik — bedanya cuma satu hal penting: Ref. 5512 pakai movement chronometer-certified, sementara Ref. 5513 tidak.

Meskipun secara teknis lebih "sederhana", Ref. 5513 justru punya tempat spesial di hati para kolektor. Kenapa? Karena Rolex sering menggunakan model ini untuk bereksperimen dengan desain yang lebih “berani”.

Salah satu contoh paling terkenal adalah Ref. 5513 dengan Explorer dial, yang diproduksi antara 1962 sampai 1965. Sesuai namanya, model ini menggunakan layout angka Arab di posisi 3, 6, dan 9 — mirip dengan yang ada di Ref. 6200.

Yang bikin istimewa, Ref. 5513 Explorer dial ini adalah Submariner terakhir yang mengusung gaya dial seperti itu. Nggak heran, model ini sekarang jadi buruan langka dan sangat diminati di dunia koleksi jam vintage.

1969 — Ref. 1680

1969 — Ref. 1680

Source: monochrome-watches.com

Sepuluh tahun setelah Ref. 5512 dirilis, dan 16 tahun setelah debut Submariner, Rolex akhirnya memutuskan untuk menghadirkan versi dengan tampilan tanggal. Kalau ditanya, “kenapa baru sekarang?”, jawabannya masih misteri. Tapi kemungkinan besar, keputusan ini dipengaruhi oleh kemunculan Rolex Sea-Dweller dua tahun sebelumnya.

Sea-Dweller sudah punya jendela tanggal (meskipun tanpa cyclops), dan bodinya jauh lebih tebal karena punya kemampuan menyelam lebih dalam. Bisa jadi, Rolex mulai kebanjiran permintaan dari para penyelam atau pengguna umum yang menginginkan fitur tanggal, tapi dalam ukuran yang lebih wearable seperti Submariner.

Kehadiran window date ini ternyata jadi titik balik penting dalam sejarah Submariner. Versi dengan tanggal langsung melejit popularitasnya, bahkan jauh mengungguli versi original yang tanpa tanggal. Sampai-sampai, sekarang banyak orang yang salah kaprah—menyebut Submariner Date sebagai “Submariner”, dan yang tanpa tanggal sebagai “Sub No-Date”.

Red Sub

Source: monochrome-watches.com

Versi pertama dari Submariner Date ini dikenal dengan julukan “Red Sub”, karena tulisan “Submariner” pada dial empat baris (four-line dial) dicetak menggunakan huruf merah. Selama masa produksinya yang berlangsung sekitar enam tahun, Rolex sempat membuat beberapa variasi dial (biasa disebut sebagai Marks atau Machs oleh para kolektor).

Nipple Dial

Source: monochrome-watches.com

Di tahun yang sama, Rolex juga mengambil langkah yang cukup berani merilis Submariner pertama yang sepenuhnya terbuat dari yellow gold. Submariner Date ini langsung jadi sorotan, dengan ciri khasnya adalah dial dengan indeks timbul berbentuk bulat kecil yang unik, yang oleh kolektor dijuluki (dengan nama yang agak nyeleneh) sebagai “nipple dial”. Versi awalnya hadir dengan dial hitam, lalu kemudian diikuti dengan varian yang lebih mencolok: dial biru dengan bezel biru senada.

Submariner Date COMEX

Source: monochrome-watches.com

Satu lagi varian penting dari Ref. 1680 yang wajib disebut adalah Submariner Date “COMEX”. Rolex sebenarnya sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan spesialis teknik bawah laut, COMEX (singkatan dari Compagnie maritime d’expertises), beberapa tahun sebelumnya — terutama dalam pengembangan helium escape valve untuk model Sea-Dweller.

Sebagai kelanjutan dari kolaborasi itu, Rolex kemudian memproduksi Ref. 1680 khusus untuk keperluan internal COMEX. Yang menarik, jam-jam ini tidak dijual ke publik dan diberikan secara gratis kepada para penyelam profesional COMEX untuk dipakai dalam misi-misi bawah laut mereka. Model ini jadi sangat langka dan ikonik, apalagi karena punya tulisan “COMEX” di dial, yang membedakannya dari Submariner 1680 versi umum.

Sampai di sini dulu pembahasan kita soal generasi pertama dan kedua Rolex Submariner. Dari era “Big Crown”, “Red Sub”, sampai COMEX — semuanya punya cerita dan karakteristik yang membentuk fondasi Submariner seperti yang kita kenal sekarang.

Di bagian selanjutnya (Part 2), kita akan fokus ke era Submariner 5-digit, membahas berbagai pembaruan penting yang menandai generasi ketiga dari koleksi ini. Setelah itu, kita akan lanjut mengupas Submariner modern, termasuk model-model yang masih ada di jajaran koleksi Rolex saat ini.

Stay Tuned!

Referensi

Watches, Written. “The Complete Rolex Submariner History | Bob’s Watches.” Menu, https://www.bobswatches.com/rolex/submariner/history.

“History of the Legendary Rolex Submariner.” 41Watch, https://www.41watch.com/en/journal/historical-reviews-of-iconic-watches/history-of-the-legendary-rolex-submariner.

Mulraney, Tom. “History of the Rolex Submariner - Part 1, The Early References.” Monochrome Watches, 18 Aug. 2020, https://monochrome-watches.com/rolex-submariner-history-part-1-the-early-references/.

Mulraney, Tom. “History of the Rolex Submariner - Part 2, The 55XX and 1680 References.” Monochrome Watches, 19 Aug. 2020, https://monochrome-watches.com/rolex-submariner-history-part-2-the-55xx-1680references/.

Mulraney, Tom. “History of the Rolex Submariner - Part 3, The 5-Digit References.” Monochrome Watches, 20 Aug. 2020, https://monochrome-watches.com/rolex-submariner-history-part-3-the-5-digit-references/.

Mulraney, Tom. “History of the Rolex Submariner - Part 4, Modern References Ceramic.” Monochrome Watches, 21 Aug. 2020, https://monochrome-watches.com/rolex-submariner-history-part-4-modern-references/.

Share Tweet Pin it
Back to blog